RI Tuan Rumah G20, Sri Mulyani: Pajak Menjadi Menu Utama

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 14 Sep 2021 21:45 WIB
foto profil
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan perpajakan menjadi salah satu menu prioritas dalam pertemuan G20. Mengingat RI sendiri tengah melakukan reformasi perpajakan dan menjadi kebijakan yang penting dalam G20.

"Perpajakan akan menjadi menu utama karena memang ini salah satu menu prioritas yang penting bagi Indonesia. Indonesia sendiri melakukan reformasi perpajakan dan juga ini merupakan policy yang sangat penting dan prioritas di dalam pertemuan G20," kata dalam Konferensi Pers G20, Selasa (14/9/2021).

Adapun pajak yang akan dibahas dalam G20, mulai dari Tax Incentive, Tax and Digitalisation, Tax Avoidance (Base Erosion and Profit Shifting) and Tax Transparency, Tax and Development, dan Tax Certainty.

"Akan membahas kemajuan dan pelaksanaan persetujuan dan perkembangan Global Taxation Principle disini akan dibahas berbagai pembahasan mengenai Tax Incentive, Tax and Digitalisation, Tax Avoidance (Base Erosion and Profit Shifting) and Tax Transparency, Tax and Development, dan Tax Certainty," jelasnya.

Sri Mulyani mengungkap dalam G20 RI akan terus menjaga kepentingan negara sendiri. Meski demikian, juga akan membantu negara-negara berkembang lainnya

"Melihat perkembangan dunia termasuk dengan adanya digital teknologi ini, kita tidak dirugikan tapi kita memberikan manfaat yang maksimal baik di bidang ekonomi maupun di bidang perpajakan," tuturnya.

Selain itu, dalam bidang keuangan selain pajak akan dibahas juga mengenai kebijakan makro untuk pertumbuhan ekonomi negara. Dalam hal ini semua negara akan berkoordinasi, karena ekonomi masing-masing negara memiliki kondisi yang berbeda.

Lalu, akan dibahas pula mengenai dampak COVID-19 kepada perekonomian negara. "COVID-19 ini tidak hanya di bidang kesehatan ada dampak luka dari perekonomian akibat terjadinya COVID-19. Seperti ada supply distraction, ada corporate yang mengalami kesulitan dari sisi neraca dan tidak demikian bisa kembali pulih," imbuhnya.

(dna/dna)