Asyiknya Isoman Sambil 'Pesiar' di Kapal Pelni

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Selasa, 14 Sep 2021 21:54 WIB
PT Pelni mengubah Kapal Laut Umsini sebagai tempat Isolasi Apung Terpadu untuk Pasien COVID-19. Kapal itu diketahui siap tampung pasien OTG COVID-19.
Asyiknya Isoman Sambil 'Pesiar' di Kapal Pelni
Jakarta -

Menjalani isolasi COVID-19 di atas kapal laut kini menjadi tren menarik di tengah pandemi. Dalam masa pemulihannya, pasien COVID-19 ternyata bisa asyik pesiar di kapal milik PT Pelayaran Indonesia (Persero) atau Pelni.

Berawal dari tingginya angka kasus positif COVID-19 dan terbatasnya ruang perawatan pada bulan Juli lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan, mengambil langkah pertama untuk menempatkan pasien COVID-19 di KM Usmini milik Pelni.

Setidaknya ada 116 warga Makassar yang menjalani isolasi mandiri di sana, dari orang dewasa, remaja, hingga balita. Fasilitas isolasi apung terdiri dari tempat tidur, crew kapal, alat kesehatan, APD untuk crew kapal, tenaga kesehatan, tenaga keamanan, konsumsi dan penanganan limbah medis.

Sukses di Makassar, sejumlah wilayah lain mengikuti langkah serupa, yakni program isolasi di kapal laut. Ada 4 daerah yang menyusul, yakni Jayapura, Bitung, Sorong, dan Medan. Untuk memenuhi permintaan itu, Pelni akhirnya telah meneken kesepakatan dengan para pemimpin daerah masing-masing.

Di Jayapura, Pelni menempatkan KM Tidar sebagai tempat isolasi yang positif COVID-19. Memiliki kapasitas 873 pasien, kapal Pelni yang ditempatkan di Pelabuhan Jayapura ini menjadi fasilitas Isoter Terapung masyarakat Kota Jayapura.

Pelni terus memberikan pelayanan terbaiknya dengan menerapkan prokes ketat pada penumpang dan krunya demi berikan kenyamanan dan keamanan selama berlayar.Pelni terus memberikan pelayanan terbaiknya dengan menerapkan prokes ketat pada penumpang dan krunya demi berikan kenyamanan dan keamanan selama berlayar. Foto: dok. Pelni

Lalu di Bitung, Pelni menempatkan KM Tatamailu yang mampu menampung 448 pasien. Selain warga Kota Bitung, warga Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bisa ikut isolasi di kapal.

Kemudian di wilayah Medan, Pelni menempatkan kapal KM Bukit Raya yang berkapasitas 450 pasien. Kapal ini berlokasi di Pelabuhan Belawan untuk melayani masyarakat Kota Medan.

Terakhir, Pelni juga menempatkan KM Sirimau di wilayah Sorong untuk pasien COVID-19. Kapal Sirimau dengan kapasitas 449 pasien bakal melayani masyarakat Kota Sorong di Pelabuhan Sorong.

Direktur Utama PT PELNI Insan Purwarisya L Tobing mengatakan sebelum digunakan, kapal-kapal milik Pelni tersebut akan dibersihkan serta dilengkapi berbagai fasilitas pendukung isolasi pasien COVID-19.

Langkah Pelni sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga dilakukan untuk membantu pemerintah dalam mengatasi dampak COVID-19 dan upaya pemulihan ekonomi nasional.

"Ini harus dilakukan demi memenuhi standar sebagai lokasi isolasi mandiri sesuai yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagaimana yang telah dilakukan di KM Umsini di Makassar," terang Insan.

Bagaimana tanggapan pengguna terkait hal ini? Warga yang menjalani isolasi mandiri di kapal tersebut ternyata mengapresiasi fasilitas-fasilitas yang diberikan. Salah seorang warga yang menjalani isolasi di sana, Tasya (21), menilai salah satu aspek yang bagus, yakni perihal pelayanan.

"Bagus, makanannya juga teratur, susu juga teratur, snack-snack-nya juga bagus. Bagus pelayanannya," kata Tasya saat berbincang dengan detikcom.

PT Pelni mengubah Kapal Laut Umsini sebagai tempat Isolasi Apung Terpadu untuk Pasien COVID-19. Kapal itu diketahui siap tampung pasien OTG COVID-19.PT Pelni mengubah Kapal Laut Umsini sebagai tempat Isolasi Apung Terpadu untuk Pasien COVID-19. Kapal itu diketahui siap tampung pasien OTG COVID-19. Foto: ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE
(fdl/fdl)