Ada Klinik KFD di Labuan Bajo, Ini Lokasinya

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 15 Sep 2021 16:28 WIB
Kimia Farma
Foto: Dok. Kimia Farma
Jakarta -

Pemerintah menetapkan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), jadi salah satu destinasi pariwisata super prioritas. PT Kimia Farma Tbk lewat cucu usahanya, yakni PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) membuka klinik di Bandara Komodo.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama KFD Agus Chandra menilai kehadiran klinik di Labuan Bajo dapat berkontribusi terhadap pelayanan kesehatan. Dengan adanya klinik ini, diharapkan bisa membantu pemulihan perekonomian di destinasi wisata favorit tersebut.

"Kami berharap kehadiran klinik Kimia Farma ini menjadi momentum untuk pemulihan perekonomian di kawasan tengah Indonesia khususnya destinasi wisata Labuan Bajo dengan mengedepankan aspek kesehatan," ujar Agus dalam keterangannya, Rabu (15/9/2021).

Dia menegaskan, klinik yang berlokasi di Ruko Exotic Jalan Bandara dan Sampling Station di dalam Bandara International Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat ini juga memberikan pelayanan tes swab antigen dan PCR untuk mendukung pemerintah dalam melakukan pelacakan, penelusuran, dan pengujian Covid-19.

"Kami juga berharap kehadiran klinik Kimia Farma dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan serta memulihkan kembali wisata Labuan Bajo," katanya.

Agus menambahkan, klinik Pratama KFD pertama di Labuan Bajo ini memberikan pelayanan paket kesehatan, ibu dan anak, layanan Home Care, serta pelayanan tes swab/rapid test antigen dan PCR secara profesional dan berkualitas. Saat ini hasil PCR dikerjakan oleh jaringan Laboratorium KFD, ke depannya tidak tertutup kemungkinan untuk membuka layanan Laboratorium di Labuan Bajo.

Kini, KFD mengelola total 403 klinik kesehatan dan 72 laboratorium klinik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Yang menarik adalah layanan homecare dari satu kapal ke kapal lainnya, sebagai bentuk dukungan kepada para travel agent dan pemerintah daerah Manggarai Barat dalam memulihkan kembali sektor pariwisatanya," tutur Agus Chandra.