Pengusaha Sepatu Nilai Demo Buruh Dipolitisasi

Pengusaha Sepatu Nilai Demo Buruh Dipolitisasi

- detikFinance
Jumat, 07 Apr 2006 14:41 WIB
Jakarta - Pengusaha sepatu yang tergabung dalam Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menilai, gelombang demo buruh yang menolak revisi UU Tenaga Kerja sudah dipolitisasi dan memiliki unsur pemaksaan dari provokator. Aprisindo meminta buruh mengerti situasi sulit yang dihadapi semua pihak. Sehingga tidak usah lagi menambah masalah dengan melakukan demo besaran-besaran yang membuat operasional dan produksi pabrik terhenti."Demo sudah dipolitisasi, sekarang lebih banyak unsur pemaksaan. Saya ingin menghimbau buruh jangan buat situasi lebih susah karena kita semua sedang susah,pengusaha juga susah. Kalau ditambahi lagi demo menurut saya itu akan memperparah keadaan," kata Ketua Umum Aprisindo Harijanto.Hal itu diungkapkan Harijanto disela-sela breakfast meeting dengan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, di Gedung Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (7/4/2006).Indonesia, ungkap Harjanto, memiliki peluang besar untuk menjadi tujuan investasi, maka itu pemerintah perlu membenahi beberapa macam permasalahan dengan paket kebijakan investasi termasuk UU Tenaga Kerja."Kita perlukan industri padat karya tapi kalau UU (tenaga kerja) kita jauh melebihi dari UU si negara pesaing, apakah kita rela pengangguran makin hari bertambah," paparnya.Harijanto meminta, buruh jangan merasa revisi UU tenaga kerja sebagai perlawanan dengan pengusaha. Karena faktanya, sejak UU No.13 tahun 2003 ditetapkan jumlah tenaga kerja terus menurun dan banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).Menurut Harjanto, sewaktu UU dibuat oleh Menakertrans Jacob Nuwawea, diharapkan PHK tidak akan banyak terjadi. Namun sayangnya pengusaha sulit memenuhitanggung jawabnya sesuai UU No.13 tahun 2003 sehingga jumlah tenaga kerja tidak bertambah."Kalau usaha kecil buruhnya ikut demo, pasti terganggu, yang jadi pertanyaan apa sebenarnya yang mereka cari. Kalau sudah ada pembicaraan tripartit tapi tidak ada titik temunya silahkan untuk berdemo tapi inikan belum ada pertemuan tripartit," ujar Harijanto.Kalau buruh mau menang sendiri, ungkap Harijanto, maka industri tidak akan bisa tumbuh. Karena yang terpenting para pekerja harus yakin bahwa mereka tahu persis pokok permasalahannya."Ini telah terjadi provokasi memasuki wilayah politik, tinggal sikap pemerintah karena investasi tidak bisa berhenti. Tanpa investasi, sektor riil tidak dapatberjalan," jelasnya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads