Utang Luar Negeri Naik Lagi Nyaris Rp 6.000 T, Ini Pemberinya

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 16 Sep 2021 13:19 WIB
Pekerja merapihkan uang Dollar dan Rupiah di Cash Center BRI Pusat, Jakarta, Kamis (5/6/2014). Nilai tukar rupiah hingga penutupan perdagangan sore pekan ini hampir menyentuh angka Rp 12.000 per-dollar US.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2021 sebesar US$ 415,7 miliar atau setara dengan Rp 5.902 triliun (asumsi kurs Rp 14.200). Angka itu tumbuh 1,7% dari tahun sebelumnya (yoy), dan tumbuh 2% dari bulan sebelumnya.

Dari angka ULN itu terdiri dari posisi ULN pemerintah bulan Juli 2021 mencapai US$ 205,9 miliar atau sekitar Rp 2.923 triliun. Angka itu tumbuh 3,5% jika dibandingkan tahun sebelumnya dan melambat dibandingkan pertumbuhan Juni 2021 sebesar 4,3%.

Lalu dari mana saja sumbernya?

Berdasarkan data posisi ULN pemerintah menurut negara totalnya mencapai US$ 24,57 miliar, terdiri dari:

Amerika Serikat US$ 556 juta
Australia US$ 1,4 miliar
Austria US$ 287 juta
Belanda US$ 376 juta
Belgia US$ 9 juta
Hong Kong US$ 236 juta
Inggris US$ 97 juta
Jepang US$ 11,02 miliar
Jerman US$ 3,9 miliar
Korea Selatan US$ 1,08 miliar
Perancis US$ 2,48 miliar
Singapura US$ 580 juta
Spanyol US$ 199 juta
Swiss US$ 29 juta
Tiongkok US$ 1,65 miliar
Amerika Lainnya US$ 93 juta
Eropa Lainnya US$ 440 juta
Asia Lainnya US$ 45 juta

Lanjut ke halaman berikutnya

Simak Video: Jurus Sri Mulyani Tekan Utang RI dan Bunganya

[Gambas:Video 20detik]