Menperin Kritik Kebijakan HPE Kulit Oleh Mendag

Menperin Kritik Kebijakan HPE Kulit Oleh Mendag

- detikFinance
Jumat, 07 Apr 2006 15:27 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris mengkritik kebijakan Menteri Perdagangan (Mendag) yang menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) kulit sebesar US$ 1,8 per square feet yang lebih tinggi dari free on board (FOB) atau harga barang sampai diatas kapal yang sebesar US$ 1,33-1,4 per square feet.HPE ini dinilai pengusaha terlalu tinggi, karena melebihi harga FOB dan tidak relevan dengan perkembangan ekonomi saat ini. "HPE bagi kulit menurut mereka sudah tidak relevan lagi pada saat ini. Karena berbagai pertimbangan harga atau barang tersebut memang sudah tidak bisa lagidikembangkan," jelas Fahmi Hal itu diungkapkan Fahmi disela breakfast meeting di Gedung DepartemenPerindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (7/4/2006).Sebenarnya ungkap Fahmi, penerapan HPE untuk melindungi industri dalam negeri agar jumlah ekspor tidak terlalu besar dan lebih banyak digunakan didalam negeri. Akibatnya, penetapan HPE biasanya tinggi sekali supaya penggunaan di dalam negeri besar.Namun di sisi lain karena barang-barang dari bahan baku kulit sudah diserbupenyelundupannya, HPE dianggap sudah tidak relevan lagi. Maraknya penyelundupan membuat pengusaha memilih ekspor kulit ketimbang digunakan di dalam negeri. "Nah ini kan yang perlu ada harmonisasi," ujar Fahmi. Sementara Ketua Umum Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia (APKI) Diyono Hening Sasmito menyatakan, permasalahan di industri kulit bukan dihilir tapi dihulu karena bahan baku terbatas.Namun penyediaan bahan baku terhambat oleh tidak sinkronnya harga FOB dengan HPE. Sementara saat ini nilai Pajak Ekspor (PE) sebesar 15 persen, sedngkan pada tahun 1997 PE sebesar 55 persen."PE tidak minta dinaikan tapi dikembalikan seperti dulu yang 55 persen, PE untuk jamin kebutuhan dalam negeri. Sedangkan Menteri Keuangan keluarkan PE 15 persen ini tidak sinkron dengan HPE-nya yang lebih tinggi dari harga FOB," katanya.Diyono mencontohkan harga FOB kulit jenis wet blue harganya US$ 1,33-1,44per square feet. Sedangkan HPE kulit lebih tinggi untuk jenis wet blue yang saat ini HPE-nya US$ 1,8 per square feet.Sementara Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian (Depperin) Ansari Bukhari mengatakan, idealnya nilai HPE adalah 80 persen dari harga FOB yang saat ini US$ 1,33-1,44 per square feet. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads