Afghanistan Diguyur Bantuan, Bagaimana Biar Nggak Dikorupsi Taliban?

Elsa Azzahra - detikFinance
Jumat, 17 Sep 2021 16:09 WIB
Kehabisan Uang, Taliban Sita Harta Mantan Pejabat Afganistan Lebih dari 12 Juta Dolar
Foto: DW (News)
Jakarta -

Satu bulan setelah pemerintah yang didukung AS jatuh ke Taliban, Afghanistan menghadapi krisis seperti kelaparan, krisis likuiditas nasional, penangguhan bantuan dan pembekuan aset oleh donor internasional.

Sebelum Afghanistan dikuasai oleh Taliban, 80% perekonomian Afghanistan didanai oleh AS dan negara Donor Internasional lainnya.

Setengah penduduk negara ini berada di bawah garis kemiskinan, yaitu 40 juta penduduknya dan 14 juta diantaranya rentan pangan.

Kepemimpinan Taliban telah menguraikan berbagai lembaga bantuan yang akan membantu Afghanistan dan bantuan tersebut akan diawasi oleh otoritas Komisi Pengaturan dan Pengendaluan Perusahaan dan Organisasi yang biasa menangani bisnis dan organisasi bantuan.

Dengan terciumnya krisis ekonomi yang terjadi saat ini akhirnya berbagai Donor telah menyiapkan bantuan, dengan menjanjikan dana sebesar $1 miliar.

"Rakyat Afghanistan menghadapi kehancuran seluruh negara - sekaligus." kata Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dikutip Jumat (17/9/2021)

Antonia juga memperingatkan persediaan makanan di Afghanistan akan habis pada akhir bulan September, dan menurutnya juga keterlibatan dengan Taliban akan sangat diperlukan.

Namun para Donor yang akan memberikan bantuan kepada Afghanistan ini khawatir dengan pelanggaran hak asasi manusia yang meluas dan kejam oleh Taliban, juga peluang korupsi yang sangat besar. Kekhawatiran ini membuat para Donor dilema untuk memberikan bantuan.

Selain masalah pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi, Taliban juga menguasai berbagai akses jalur keluar-masuk bantuan, dimana Taliban telah menguasai berbagai bank negara seperti juga bank sentral. Bank-bank yang terlibat akan menghadapi risiko sanksi AS

Taliban telah melakukan banyak korupsi dari berbagai dana bantuan yang masuk ke Afghanistan untuk membiayai diri mereka sendiri melalui Perdagangan opium, pemasaran dan kegiatan penambangan gelap lainnya.

Namun para Donor memiliki mekanisme dalam mencegah penyalahgunaan dana bantuan ini. Salah satunya adalah dengan mengirimkan bantuan langsung berupa makanan, obat-obatan dan barang dasar lainnya dibandingkan dengan mengirimkan bantuan berupa uang.

Bantuan Donor AS juga terus berlanjut, tetapi tidak melalui Taliban.

"Departemen Keuangan AS telah mengeluarkan lisensi khusus untuk memungkinkan lembaga pemerintah AS, kontraktor, dan penerima hibah untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan yang kritis dan menyelamatkan nyawa kepada rakyat Afghanistan, meskipun ada sanksi terhadap Taliban," katanya dalam sebuah pernyataan.

Program Pangan Dunia juga terus melakukan pemantauan ketat yang dipandu oleh standar pemantauan global untuk memastikan kestabilan program yang sedang berlangsung. Dikatakan 100% akan fokus membantu komunitas lokal.

(dna/dna)