Terpopuler Sepekan

Harga Si Sepeda 'Sultan' Anjlok, Brompton Cs Mulai Terlupakan?

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 18 Sep 2021 11:45 WIB
CHICHESTER, ENGLAND - JULY 28:  A bike wears the name Brompton at the Brompton World Championship folding bike race, which is part of the Orbital cycling festival at Goodwood Motor Circuit on July 28, 2013 in Chichester, England. The race starts with a Le-Mans style sprint to the riders bike, which is then assembled and followed by a 15.2km ride. A strict dress code of jacket and tie applies, with an award going to the most stylishly dressed.  (Photo by Matthew Lloyd/Getty Images)
Foto: Matthew Lloyd/Getty Images
Jakarta -

Brompton, Giant, dan sepeda branded lainnya sempat menjadi primadona dengan harga selangit. Namun kini pedagang sepeda itu harus kerja keras untuk mempertahankan bisnisnya. Sebab sepinya minat brompton cs membuat mereka menurunkan harga serendah-rendahnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo mengatakan sepeda-sepeda branded itu ada yang baru datang tahun ini. Stoknya berlimpah karena tahun lalu peminat sepeda ini sangat tinggi sehingga pedagang memesan untuk tahun ini.

"Dalam perjalanan ini (sepeda) bedakan antara barang branded dan generik (lokal). Kalau itu (generik) kan kapan aja produksi, kalau dia kurang laku ya dia tahan. Kalau barang branded nggak bisa, distributor sepeda branded itu akan datang kaya Brompton, Giant, Specialized itu yang udah diorder tahun lalu datang sekarang," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo saat dihubungi detikcom, Rabu (15/9/2021).

Sayangnya, pre order tersebut tidak bisa ditunda atau dibatalkan kecuali jika distributor ingin berhenti namun tetap akan mengalami kerugian karena kehilangan lisensi.

"Tinggal kuat-kuatin napas lah untuk stok ini bikin promosi diskon dan barang keluar atau dia tetap jaga," sambungnya.

Mulanya, meningkatnya harga sepeda Brompton karena penjualan meningkat seiring dengan naiknya kesadaran masyarakat akan menjaga kesehatan di masa pandemi COVID-19. Ditambah sempat viral seseorang membawa sepeda dalam pesawat dan diikuti oleh kepemilikan Brompton di kalang artis.

Tingginya minat dari masyarakat menjadi peluang yang dilihat pedagang. Kesempatan itu diambil pedagang untuk terus meningkatkan margin penghasilannya.

"Jadi pada saat barang itu sudah ada di Indonesia, permintaan tinggi melebihi supply, harganya jadi melonjak. Lalu banyaklah paralel importer yang ngambil dari negara-negara lain yang masih ada stok dibawa ke Indonesia karena barang tidak ada, harganya jadi tinggi," jelasnya.

Tetapi, untuk tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Brompton yang awalnya dijual seharga Rp 45 juta kini menjadi Rp 36,4 juta bahkan ada yang menjual seharga Rp 34 juta.

"Nah tahun ini udah kembali normal, jadi distributor sudah punya barang sesuai dengan ordernya mereka tahun lalu, harga sekarang menyesuaikan dengan harga wajar. Jadi distributor menetapkan sekitar Rp 36,5 juta harga jual rata-rata. Kalau saya lihat di pasar ada yang menawarkan 34 juta harga brompton," tutupnya.

(eds/eds)