Bioskop Masih Sepi Meski Sudah Dibuka, Pengusaha Beberkan Pemicunya

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 19 Sep 2021 19:23 WIB
Meski telah diijinkan untuk beroperasi, bioskop di Kota Solo masih sepi pengunjung. Begini potretnya.
Foto: Agung Mardika
Jakarta -

Bioskop di Indonesia sudah kembali buka sejak 16 September 2021 di wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 dan 2. Sayangnya keberadaannya belum banyak dilirik masyarakat.

Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin mengatakan saking sepinya bioskop, penontonnya bisa dihitung jari. Meskipun dia yakin secara bertahap jumlah pengunjung akan meningkat.

"(Antusiasme masyarakat bioskop dibuka) belum (ada), masih sepi. Tapi nggak apa kita berproses. Dulu juga gitu kita pelan-pelan juga naiknya, (sekarang) penontonnya hitungan jari," kata Djonny kepada detikcom, Minggu (19/9/2021).

Salah satu pemicu bioskop masih sepi dikarenakan film yang ditayangkan dianggap kurang diminati. Untuk masalah ini Djonny menyebut pihaknya akan terus memperbaharui film yang diputar.

"Film juga (kurang diminati). Pasti ini kita update terus," ujarnya.

Lalu adanya syarat wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi juga disebut salah satu penyebab bioskop masih sepi. Hal itu dinilai tidak efektif diterapkan di daerah karena tidak semuanya memiliki handphone (HP).

"PeduliLindungi itu ternyata penerapannya di daerah sulit itu karena banyak masyarakat yang tidak memiliki HP up to date dan jadul. Ada yang tidak punya HP tapi sudah vaksin," bebernya.

Untuk itu, Djonny minta persyaratan itu dievaluasi lagi dan diberi pengecualian untuk masyarakat yang berada di daerah, misalnya cukup dengan kartu vaksinasi COVID-19. Pemerintah disebut harus menyediakan solusi bagi masyarakat yang tidak punya HP demi asas keadilan.

"Kalau itu nggak boleh masuk kan asas keadilannya nggak ada. Emang jadi warga negara Indonesia mesti punya HP? Kan enggak, (kalau) wajib punya KTP iya," tandasnya.

(aid/dna)