PPKM Terus Diperlonggar, Ekonomi Bisa Makin Nendang?

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 19 Sep 2021 21:35 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) semakin longgar seiring adanya kebijakan dari pemerintah. Hal itu berdampak positif ke ekonomi yang semakin bergerak pulih.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan pegerakan ekonomi sejak Agustus-September ini semakin membaik seiring dengan pelonggaran PPKM. Hal ini tidak terlepas dari kasus COVID-19 yang mulai terkendali.

"Dengan pelonggaran tersebut aktivitas ekonomi mendekati normal. Pertumbuhan ekonomi akan kembali meningkat," kata Piter kepada detikcom, Minggu (19/9/2021).

Meski begitu, pertumbuhan ekonomi bisa dikatakan sudah pasti akan lebih kecil dari kuartal II-2021 yang sebesar 7,07%. Berdasarkan proyeksi CORE, triwulan III-2021 di kisaran 4-5% year on year (yoy).

"Karena Juli awal PPKM, itu sempat terkoreksi. Perlu butuh waktu untuk bisa melihat dampaknya terhadap peningkatan spending masyarakat," tuturnya.

Kondisi seperti ini diharapkan dapat konsisten. Jangan sampai ada peningkatan kasus COVID-19 lagi. "Kalau itu terjadi, akan kembali menekan dari sisi pelaku usaha," imbuhnya.

Proyeksi berbeda dikatakan oleh Director Political Economy & Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan. Meskipun PPKM semakin longgar, ekonomi disebut belum benar-benar bangkit.

"PPKM diperlonggar pasti ada dampak positif. Secara umum ekonomi masih belum bangkit benar. Kuartal III-2021 year on year antara 0,1% hingga 0,3%," ujarnya.

(aid/dna)