Selamat dari Bom Bunuh Diri, Wanita Ini Bikin Aplikasi Bantu Warga Afghanistan

Siti Fatimah - detikFinance
Senin, 20 Sep 2021 08:56 WIB
Local residents take part in a protest march against a reported announcement by the Taliban, asking them to evict their homes built on state-owned land in Kandahar on September 14, 2021. (Photo by Javed TANVEER / AFP)
Foto: AFP/JAVED TANVEER

Sejak Taliban mengambil alih Afghanistan, pekerjaan orang-orang di belakang Ehtesab jadi lebih berisiko. Aplikasi ini sebelumnya dapat menggunakan catatan polisi setempat hingga informasi dari pejabat pemerintah untuk membantu memverifikasi laporan.

Sekarang mereka lebih banyak bergantung pada laporan berita, kedutaan asing dan PBB. Akan tetapi, banyak di antara pejabat dan kedutaan asing telah meninggalkan Kabul dalam beberapa pekan terakhir.

Tim aplikasi itu saat ini tengah bekerja untuk memastikan bahwa tidak ada laporan yang dikirim oleh pengguna yang dapat dilacak oleh Taliban. Terlepas dari kesulitan-kesulitan itu, termasuk kekhawatirannya apabila Taliban dapat menindak internet secara luas seperti yang terjadi pada awal 2000-an, Wahedi mengatakan tim tidak akan menyerah.

"Satu-satunya hal yang membuat kami terus berjalan setiap hari adalah kami mengetahui bahwa kami dapat melakukan sesuatu yang sangat langsung untuk membantu," pungkasnya.


(fdl/fdl)