Erick Thohir Curhat Disindir Makan Tugas Kementerian Lain

Sui Suadnyana - detikFinance
Senin, 20 Sep 2021 23:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (18/03/2021). Rapat tersebut membahas pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro.
Foto: Rengga Sencaya: Menteri BUMN Erick Thohir
Denpasar -

Menteri BUMN Erick Thohir bercerita mengenai dirinya suka disindir mengambil tugas Kementerian lain saat turun ke lapangan. Ia mengaku kondisi itu sering membuatnya tidak enak.

"Kebetulan saya juga tidak enak, ketika saya turun, ada yang pro ada yang kontra, kontranya seakan-akan saya mengambil tupoksi kementerian lain," kata Erick di Terminal Cruise Benoa, Denpasar, Bali, Senin (20/9/2021).

Padahal, kata Erick Thohir, Kementerian BUMN selalu memaparkan program yang sesuai dengan korporasinya. Program tersebut memang banyak yang bersinggungan dengan kementerian lain.

"Contohnya hari ini, ya memang bersentuhan kepada perhubungan, bersentuhan juga kepada pariwisata, karena memang Pelindo itu berhubungan dengan konteks daripada beberapa usaha ini," jelas Erick.

"Sama ketika kita bicara kesehatan, BUMN punya perusahaan vaksin Bio Farma yang suka tidak suka hari ini ditugaskan oleh pemerintah mencari vaksin. Bahkan kita juga sekarang memproses penemuan supaya kita tidak impor vaksin lagi, buat vaksin," kata dia.

"Jadi kadang-kadang, kita turun serba salah. Tapi dengan hati yang mendalam, bahwa kita turun ini kita mengerti, suka tidak suka, BUMN ini sepertiga daripada lokomotif ekonomi Indonesia," tambahnya.

Erick mengatakan, dalam 10 tahun terakhir BUMN berkontribusi sebesar Rp 3.295 triliun. Jumlah itu di antaranya berupa pajak dan dividen kepada negara yang memang dipakai pemerintah sebagai program untuk membantu rakyat.

Di sisi lain, Erick juga menceritakan adanya pembangunan ekosistem secara menyeluruh di BUMN dengan industri kreatif. Baginya, ekosistem ini perlu dibangun karena memang ada penugasan yang diberikan kepada BUMN di dua titik yang sangat erat dengan industri kreatif, satu di bidang pendanaan dan perbaikan akses pasar.

"Hari ini kita lihat pembangunan Benoa, itu akses pasar salah satunya, karena kita ingin mengajukan Bali sebagai superhub daripada turis kelautan yang dimana titiknya disini, baru dia menyebar ke pulau-pulau lain yang memang infrastrukturnya kalah sama Bali," kata Erick.

Bersambung ke halaman berikutnya soal dukungan terhadap startup. Langsung klik halaman kedua.