Keluh Pedagang ITC Kuningan: Yang Beli Cuma Satu, Itu Juga Kalau Ada

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 21 Sep 2021 16:11 WIB
Pandemi yang masih bergulir masih terus berdampak pada dunia usaha. Seperti pengusaha di ITC Kuningan, Jakarta Selatan, mereka ramai-ramai tutup kiosnya karena tak mampu lagi mempertahankan usahanya.
Foto: Aulia Damayanti
Jakarta -

Pelonggaran terhadap pusat perbelanjaan ternyata tak begitu menormalkan kondisi pengusaha-pengusaha kecil di dalamnya. Pemilik kios di ITC Kuningan mengeluhkan sepi pembeli dan akibatnya pendapatan anjlok 80%.

Salah satu penjaga kios tas mengatakan, tiap hari pembeli kian sepi. Hal itu dirasakan sejak pandemi berlangsung.

"Ke sini sini makin sepi, kalau yang lihat-lihat aja ya ada. Yang beli paling ada aja, satu lah. Itu kalau ada ya," katanya kepada detikcom, Selasa (21/9/2021).

Padahal, seperti diketahui dalam aturan PPKM pemerintah telah melonggarkan kunjungan pusat perbelanjaan. Tetapi, hal itu tidak dirasakan oleh usaha kecil di ITC Kuningan.

"Dulu kan mal ramai, sekarang sepi pasti pendapatan ya turun banget. Lihat aja ini nggak ada yang beli, ke mal. Orang kayanya masih takut ke mal," lanjutnya.

Sementara, penjahit bernama Arman mengatakan pendapatannya anjlok 80% sejak pandemi. Padahal ia masih dibebankan harus bayar sewa dan listrik.

"Anjloklah 80%, harus bayar listrik sama sewa. Kalau sepi pembeli gini ya berdoanya cukup menutupi aja. Sejauh ini menutupi tapi, susah" imbuhnya.

Ditemui di lantai berbeda. Pemilik kios handphone bernama Agung mengatakan ia masih membuka tokonya karena berharap masih ada pelanggan yang masih mau service Hp.

"Kalau saya kan masih bisa service Hp. Walaupun posisinya di dalam langganan masih nyari saja. Kalau saya nggak buka, saya dapat makan dari mana juga" tuturnya.

Agung mensyukuri harga sewa kios yang diturunkan hingga ada diskon listrik sebanyak 30%. Tetapi dia masih berharap ITC Kuningan ramai kembali seperti dulu.

"Sekarang ITC ga seramai dulu ya. Walaupun harga sewa turun, listrik diskon 30%. Tetap aja berharap mal ramai lagi seperti dulu," tutupnya.

(zlf/zlf)