Parah! Saking Nggak Ada Duitnya, Evergrande Sampe Ngutang ke Karyawan

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 21 Sep 2021 16:21 WIB
Evergrande
Parah! Saking Nggak Ada Duitnya, Evergrande Sampe Ngutang ke Karyawan

Setidaknya ada 70-80% karyawan Evergrande di seluruh China diminta untuk memberikan uang kepada perusahaan untuk membantu mendanai operasi Evergrande.

Liu Yunting, Konsultan Kekayaan Evergrande, baru-baru ini mengatakan kepada Anhui Online Broadcasting Corporation, sebuah grup berita milik negara mengatakan, tidak pasti berapa banyak uang yang dikumpulkan dari karyawan.

Kepada Anhui, seorang karyawan mengatakan, mereka diberitahu untuk menginvestasikan sejumlah uang dalam produk Evergrande Wealth, dan jika mereka gagal melakukannya, gaji dan bonus kinerja mereka akan dikurangi.

Menjawab pernyataan tersebut, Liu mengatakan, manajemen perusahaan menyebut investasi tersebut adalah bagian dari pembiayaan rantai pasokan. "Karena kami karyawan harus memenuhi kuota, kami meminta teman dan keluarga kami untuk memasukkan uang," kata Liu.

Sama seperti pegawai lainnya, Liu mengatakan orang tua dan mertuanya telah menginvestasikan US$ 200.000 atau setara dengan Rp 2,8 miliar ditambah uang miliknya sekitar US$ 75.000 atau sekitar Rp 1 miliar ke Evergrande Wealth.

Sementara itu, dari sisi pembeli ada Wesley Zhang dan keluarganya. Mereka termasuk dari ratusan ribu keluarga yang sedang menunggu apartemen dan berharap perusahaan dapat segera merampungkan pembangunan apartemen yang sudah dibayar.

Pria berusia 33 tahun itu bergabung dengan pembeli rumah lain dan melakukan aksi demonstrasi di Hefei setelah dia mengetahui bahwa Evergrande juga berutang uang kepada karyawannya.

"Semua orang cemas, kami seperti semut di wajan panas, tidak tahu harus berbuat apa," kata Zhang.

Dia menggunakan ekspresi China untuk menggambarkan penderitaan ketika menyaksikan investasi senilai US$ 124.000 atau setara dengan Rp 1,7 miliar yang berpotensi lenyap. Dia berharap, aksi protes itu akan mendorong pemerintah untuk bertindak.

"Kami berharap ini akan mendapatkan perhatian yang cukup dari pemerintah pusat. Lalu seseorang akan keluar untuk campur tangan," pungkasnya.


(fdl/fdl)