Waduh! ADB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh di bawah 4% Tahun Ini

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 22 Sep 2021 12:16 WIB
Prajurit TNI bersiap mengikuti Apel Gelar Pasukan Pengetatan PPKM Mikro wilayah DKI Jakarta di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (18/6/2021). Apel Gelar Pasukan yang diikuti personel gabungan TNI-Polri-Satpol PP tersebut dalam rangka pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro di wilayah DKI Jakarta.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Asian Development Bank (ADB) memprediksi ekonomi RI tumbuh 3,5% di tahun 2021, sementara tahun depan tumbuhnya sekitar 4,8%.

Prediksi ini lebih rendah dari target perkiraan pemerintah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebesar 3,7% hingga 4,5%. Prediksi tahun 2022 pun lebih rendah dari target Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebesar 5,5%

Ekspor dan belanja pemerintah diperkirakan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan di Indonesia tahun ini menurut Asian Development Outlook (ADO) 2021 Update. Kebijakan fiskal yang suportif dan kebijakan moneter yang akomodatif akan membantu mempertahankan pertumbuhan.

Pengeluaran rumah tangga diproyeksikan akan pulih tipis sebelum naik 5,0% tahun depan. Investasi menguat pada 2022 seiring mulai normalnya keadaan dan makin membaiknya iklim usaha.

"Perekonomian Indonesia mengalami penurunan yang relatif ringan pada 2020 berkat kebijakan pemerintah yang tegas dan tepat waktu untuk memberikan stimulus fiskal dan bantuan sosial kepada kelompok yang rentan untuk mencegah kerugian ekonomi jangka panjang. Pemulihan terus berlanjut pada paruh pertama 2021 berkat berbagai kebijakan tersebut dan didukung oleh ekspor yang kuat," kata Jiro Tominaga, Direktur ADB untuk Indonesia, dalam keterangan tertulis, Rabu (22/9/2021).

"Mengingat perdagangan dan pembiayaan global masih menghadapi sejumlah tantangan, akan sangat penting bagi para pembuat kebijakan untuk terus mengambil langkah-langkah yang dapat mengendalikan pandemi, mendukung pemulihan ekonomi, dan melaksanakan reformasi domestik," tambahnya.

Produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 3,1% pada paruh pertama 2021 seiring pelonggaran pembatasan dan permintaan yang kembali naik. Investasi pada aset tetap dan belanja pemerintah juga tumbuh dengan baik. Pengeluaran rumah tangga naik tidak terlalu tinggi karena tertahan oleh ketidakpastian yang masih terus membayangi. Impor meningkat sejalan dengan permintaan domestik, tetapi ekspor tumbuh lebih cepat.

Lanjut ke halaman berikutnya

Simak Video: Saat Sri Mulyani Pamer Ekonomi RI Lebih Baik Dibanding Negara G20

[Gambas:Video 20detik]