Beda Dengan Jokowi, ADB Prediksi Ekonomi RI 2022 di Bawah 5%

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 22 Sep 2021 12:44 WIB
Meski operasional mal telah dibuka, namun suasana di dalam Blok M Square, Jakarta, Kamis (12/08/2021), terlihat sepi dari pengunjung.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Asian Development Bank (ADB) memprediksi ekonomi RI akan tumbuh 4,8% di tahun 2022. Prediksi ini berbeda dengan target pemerintah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) Agustus lalu menyebut pemerintah akan bekerja keras untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dengan rentang 5% hingga 5,5% tahun depan.

"Pertumbuhan ekonomi 2022 diperkirakan pada kisaran 5% sampai 5,5%. Kita akan berusaha maksimal mencapai target pertumbuhan di batas atas, yaitu 5,5%," kata Jokowi dalam Pidato Kepresidenan Penyampaian RUU APBN 2002 beserta Nota Keuangan, Senin (16/8/2021) lalu.

Sementara tahun ini, ADB memperkirakan ekonomi RI tumbuh 3,5%. Berbeda juga dengan prediksi pemerintah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan sebesar 3,7% hingga 4,5% tahun ini.

Ekspor dan belanja pemerintah diperkirakan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan di Indonesia tahun ini menurut Asian Development Outlook (ADO) 2021 Update. Kebijakan fiskal yang suportif dan kebijakan moneter yang akomodatif akan membantu mempertahankan pertumbuhan.

Pengeluaran rumah tangga diproyeksikan akan pulih tipis sebelum naik 5,0% tahun depan. Investasi menguat pada 2022 seiring mulai normalnya keadaan dan makin membaiknya iklim usaha.

"Perekonomian Indonesia mengalami penurunan yang relatif ringan pada 2020 berkat kebijakan pemerintah yang tegas dan tepat waktu untuk memberikan stimulus fiskal dan bantuan sosial kepada kelompok yang rentan untuk mencegah kerugian ekonomi jangka panjang. Pemulihan terus berlanjut pada paruh pertama 2021 berkat berbagai kebijakan tersebut dan didukung oleh ekspor yang kuat," kata Jiro Tominaga, Direktur ADB untuk Indonesia, dalam keterangan tertulis, Rabu (22/9/2021).

"Mengingat perdagangan dan pembiayaan global masih menghadapi sejumlah tantangan, akan sangat penting bagi para pembuat kebijakan untuk terus mengambil langkah-langkah yang dapat mengendalikan pandemi, mendukung pemulihan ekonomi, dan melaksanakan reformasi domestik," tambahnya.



Simak Video "Penjelasan BPS Soal Ekonomi RI 2020 Terburuk Sejak Krismon 98"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/eds)