Boris Johnson Tagih Pajak Nunggak Orang Terkaya di Dunia

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 22 Sep 2021 19:15 WIB
Covid-19 di Inggris: Karantina kedua selama satu bulan, di tengah kasus lebih dari satu juta, PM Boris Johnson umumkan lockdown
Foto: BBC World
Jakarta -

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bertemu dengan pendiri Amazon Jeff Bezos di New York atau di sela-sela pertemuan PBB. Dikutip dari reuters, disebutkan jika Johnson menagih pajak yang tidak dibayarkan oleh Amazon ke pemerintah Inggris.

Hal tersebut diungkapkan oleh kantor PM Downing Street. "Perdana Menteri membahas masalah perpajakan dan implementasi perjanjian G7 tentang pajak," kata dia, Rabu (22/9/2021).

Group of Seven atau G7 yang terdiri dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Jepang, Jerman, Prancis, Italia dan Kanada. Kesepakatan ini karena banyak negara yang membutuhkan pemasukan untuk menangani dampak pandemi COVID-19. Negara G7 ini sepakat untuk menarik pajak perusahaan digital hingga 15%.

Dalam pembahasan tersebut Bezos juga menyebut akan memberikan hibah sebesar US$ 1 miliar untuk kegiatan konservasi.

Memang ini adalah salah satu bagian dari Bezos Earth Fund. Dia juga telah berkomitmen untuk memberikan US$ 10 miliar untuk mendanai ilmuwan, aktivis dan organisasi nirlaba untuk memerangi perubahan iklim.

"Perdana menteri menyambut baik komitmen Bezos ini yang akan memberikan US$ 1 miliar untuk melindungi hutan dan upaya mengurangi karbon," jelasnya.

Bezos sebagai pendiri e-commerce raksasa Amazon mendapatkan banyak pertanyaan dan teguran terkait pajak yang harus dibayar di Inggris.

Sebelumnya dikutip dari The Guardian disebutkan jika pendapatan Amazon di Inggris naik lebih dari 50% pada 2020 menjadi 20,63 miliar euro. Namun pembayaran pajak langsung di Inggris hanya 18,3 juta euro.

(kil/eds)