AS Terancam Gagal Bayar Ratusan Ribu Triliun, Apa Dampaknya ke RI?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 23 Sep 2021 13:33 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
Ilustrasi/Foto: AP/Alex Brandon
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) terancam tidak bisa membayar utang yang jumlahnya mencapai ratusan ribu triliun rupiah. Kondisi ini disebut bisa berdampak pada banyak sektor.

Sebagai negara adidaya, Amerika Serikat merupakan mitra dagang banyak negara, termasuk Indonesia. Lalu jika terjadi kegagalan bayar seperti apa dampaknya ke Indonesia?

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengungkapkan, jika terjadi default ini memang tidak langsung berdampak ke Indonesia. Dia menyebutkan, jika gagal maka akan terjadi guncangan hebat pada ekonomi global.

Nah dari situlah akan berdampak ke negara berkembang termasuk Indonesia. Dia menyebut Indonesia sepertinya sedikit sekali memiliki surat utang yang diterbitkan oleh AS, atau malah tidak punya.

Piter menyebut, jika AS gagal bayar maka harga surat utang yang dimiliki oleh banyak negara seperti China dan Jepang ini harganya akan jatuh.

"Nah surat utang pemerintah AS itu akan jadi junk bond kalau gagal bayar. Semua negara yang pegang akan melepas, ini membuat harga akan semakin jatuh dan pasti memukul ekonomi AS," jelas dia saat dihubungi detikcom, Kamis (23/9/2021).

Dia mengungkapkan, jika hal itu terjadi pasar keuangan dan ekonomi AS kolaps. Hal ini menurut dia tidak bisa dibayangkan. Negara dengan ekonomi terbesar di dunia terjerembab ke dalam jurang krisis akibat gagal bayar.

"Jika sudah kolaps atau hancur, maka ini pasti mempengaruhi ekonomi global. Jika ekonomi global kolaps, permintaan barang ekspor komoditi akan jatuh semuanya, ini berdampak ke negara berkembang," ujar dia.

Piter meyakini pemerintah AS pasti mati-matian menyelamatkan perekonomian negara. Apalagi sekarang AS masih punya keistimewaan di mana mata uangnya menjadi mata uang global.

Dia menyebutkan, utang ratusan ribu triliun yang dimiliki oleh AS ini tidak pernah diributkan oleh masyarakatnya. "Masyarakatnya slow aja, karena negara besar itu hidupnya dari perputaran utang. Masyarakatnya tidak ribut utang, karena menurut mereka itu urusan pemerintah," jelas dia.

Simak juga Video: AS-Australia Sepakat, Jalin Kemitraan Demi Kepentingan Global

[Gambas:Video 20detik]



(kil/eds)