RI Negara Maritim Jangan Cuma Jargon, Begini Strategi Jokowi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 23 Sep 2021 21:45 WIB
Ilustrasi Presiden Jokowi
Foto: Ilustrator Edi Wahyono
Jakarta -

Kekayaan laut yang melimpah ruah membuat Indonesia lekat dengan jargon 'Negara Maritim'. Presiden Joko Widodo menegaskan hal itu jangan cuma jargon semata, Indonesia harus menjadi poros maritim dunia.

Apalagi, sebagai negara Indonesia memiliki 17 ribu pulau dengan panjang garis pantai lebih dari 108 ribu km. Hal ini membuat Indonesia memiliki kekayaan hayati laut terbesar di dunia

"Sudah selayaknya Indonesia menjadi poros maritim dunia," kata Jokowi saat membuka peringatan Hari Maritim Nasional 2021 yang dilaksanakan Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Kamis (23/9/2021).

Jokowi ingin Indonesia memperkuat ekonomi biru, sehingga jargon kemaritiman bukan cuma jadi jargon semata. Dia mengatakan kerja nyata harus dilakukan di berbagai bidang untuk memanfaatkan kekayaan laut di Indonesia.

"Jangan hanya melalui jargon-jargon kemaritiman semata tetapi melalui kerja nyata di berbagai bidang. Sudah seharusnya kita memperkokoh ekonomi growth kita, blue economy kita," kata Jokowi.

Bahkan, di pulau-pulau terpencil pun potensi perekonomiannya sangat besar. Potensi ini harus dikembangkan agar masyarakat setempat yang jauh dari pusat kegiatan ekonomi nasional juga bisa sejahtera.

Dia menjabarkan beberapa potensi industri yang bisa dikembangkan dari laut di Indonesia. Mulai dari industri pangan yang berbasis laut seperti perikanan dan hayati laut, potensi pariwisata maritim, hingga potensi industri obat suplemen kesehatan berbasis kekayaan hayati dan nabati laut.

"Ini bisa menjadi basis pertumbuhan ekonomi indonesia yang merata ke seluruh pelosok nusantara," ungkap Jokowi.

Di sisi lain, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan menjadi negara kepulauan bagi Indonesia adalah suatu anugerah dan takdir dari Tuhan yang patut disyukuri karena kekayaan sumber daya alamnya.

Sebagai bangsa bahari yang besar, Indonesia harus mampu mengelolanya dengan penuh tanggung jawab dan memberikan kesejahteraan rakyat. Ujungnya, potensi kelautan harus bisa menjadi bagian dalam menopang pembangunan ekonomi nasional.

"Kita harus mampu meraih kemampuan mengelola dan memanfaatkan segenap sumber daya kemaritiman untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa", jelas Luhut.

(hal/dna)