Sentilan Sri Mulyani Buat Pemda: Dari Dana Ngendap hingga Bansos Lelet

ADVERTISEMENT

Sentilan Sri Mulyani Buat Pemda: Dari Dana Ngendap hingga Bansos Lelet

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 24 Sep 2021 08:00 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono

3. Dana Sudah Ditransfer, Belanja Minim

Sri Mulyani Indrawati juga menyentil pemda yang realisasi belanjanya masih rendah padahal pemerintah pusat sudah mentransfer dana cukup besar. Hal itu tercermin dari tingkat realisasi pendapatan dibandingkan realisasi belanja sampai dengan Agustus 2021 yang dia paparkan. Selisih antara realisasi pendapatan dengan realisasi belanja, tertinggi adalah Banten yaitu 19,7%.

"Kalau kita lihat ada daerah yang pendapatan transfernya cukup besar namun belanjanya masih rendah, jadi yang (paparan) di kotak merah itu Banten dimana transfernya sudah cukup besar namun belanjanya masih jauh lebih rendah," tuturnya.

Bukan hanya Banten, dijelaskan Sri Mulyani mayoritas pemerintah daerah menunjukkan belanja yang lebih rendah dibandingkan dana yang sudah ditransfer pemerintah pusat. Lebih jelasnya realisasi pendapatan APBD adalah 53,7%, sedangkan realisasi belanja APBD-nya lebih rendah yaitu 44,2%.

"Mayoritas dari pemerintah daerah semuanya jumlah belanjanya lebih rendah dari transfer. Jadi bayangkan, tadi pada saat transfer kita sudah kita mintakan untuk tata kelola dengan persyaratan salur, mereka pun tidak langsung membelanjakan karena kita lihat disini sampai dengan bulan akhir Agustus jumlah belanjanya masih di bawah jumlah yang mereka terima," paparnya.

Jawa Tengah (Jateng) menjadi satu-satunya pemda dengan realisasi belanja lebih tinggi daripada realisasi pendapatannya, yaitu selisihnya -0,63%.



Simak Video "Soal Badai PHK, Sri Mulyani Sebut PPh Karyawan Tumbuh Signifikan"
[Gambas:Video 20detik]

(toy/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT