Ekonom Nggak Yakin Evergrande Bisa Bayar Utang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 24 Sep 2021 09:55 WIB
Evergrande
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Evergrande memang sedang menghadapi ujian berat. Mereka harus memenuhi kewajiban pada para pemegang surat utangnya.

Pekan ini raksasa properti di China ini wajib membayarkan bunga obligasi senilai US$ 84 miliar atau setara dengan Rp 1,19 triliun (asumsi kurs Rp 14.200).

Namun banyak kalangan meragukan pembayaran tersebut bisa dilakukan oleh Evergrande.

Ekonom Senior Capital Economics Julian Evans-Pritchard mengungkapkan prospek pembayaran bunga obligasi itu masih diliputi ketidakpastian.

"Masih jauh dari kata penyelesaian," kata dia dikutip dari CNN, Jumat (24/9/2021).

Dia mengungkapkan, potensi kegagalan Evergrande lebih besar dan kondisi akan menjadi lebih buruk. "Kecuali pemerintah turun tangan," jelas dia.

Chinese Estates sebagai salah satu pemegang saham terbesar Evergrande bahkan telah menjual saham Evergrande senilai US$ 31,7 juta. Aksi ini membuat sahamnya naik 5,5% di Hong Kong.

Evergrande terlilit utang hingga US$ 300 miliar. Surat utang yang mereka terbitkan dipegang oleh banyak lembaga keuangan China, investor ritel, konsumen perumahan hingga sektor pemasok industri seperti konstruksi, material dan desain.

Utang Evergrande ini terjadi bukan dalam waktu yang sebentar. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan mencari utang untuk pembiayaan berbagai proyek mulai dari perumahan, kendaraan listrik, sarana olahraga hingga taman hiburan.

Pada Agustus 2020 pemerintah China mulai mengetatkan penarikan utang yang dinilai berlebihan di sektor properti. Hal ini demi mencegah tekanan tinggi di pasar perumahan serta menekan pertumbuhan utang.

(kil/zlf)