Bangun Ekonomi Inklusif, Kemnaker Minta Pelatihan Online Digenjot

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Jumat, 24 Sep 2021 13:48 WIB
Bangun Ekonomi Inklusif, Kemnakar Minta Pelatihan Online Digenjot
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berupaya menciptakan tenaga kerja yang kompeten melalui peningkatan produktivitas serta pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan dunia kerja saat ini. Pelatihan ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendorong terciptanya pelaku ekonomi baru.

"Upskilling dan reskilling harus terus dilakukan. Pendekatan pembelajaran sepanjang hayat harus menjadi cara agar peserta pelatihan selalu tertantang dan termotivasi untuk mampu membuat inovasi baru," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi dalam keterangan tertulis, Jumat (24/9/2021).

Saat menjadi pembicara pada webinar ASEAN Future Of Work Conference kemarin, Anwar menjelaskan sistem pelatihan kerja terjalin dengan konsep dasar pembelajaran sepanjang hayat yang menekankan pada pengembangan keterampilan serta berkesinambungan.

Menurutnya, pembelajaran sepanjang hayat menyiratkan adaptasi semua individu untuk terus mempertahankan, meningkatkan dan memperluas keterampilan mereka sehubungan dengan perubahan lanskap terutama dalam pasar kerja.

"Perkembangan teknologi, demografi, lingkungan dan globalisasi saat ini mempengaruhi permintaan akan keterampilan yang dibutuhkan pekerja. Ini menjadi isu yang penting dalam memberikan akses bagi individu untuk mengembangkan dan memperkuat keterampilan mereka," ucapnya.

Berbagai langkah dilakukan Kemnaker dalam memberikan akses pelatihan bagi pekerja dan pencari kerja melalui Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) untuk membantu pekerja yang kehilangan pekerjaan dengan memberikan informasi lowongan kerja.

Selain itu, akses lainnya dengan pelatihan E-Learning yang dapat diakses secara inklusif melalui pelatihan berbasis website, pelatihan berbasis kompetensi di balai latihan kerja, serta pelatihan magang dan penelitian untuk inovasi di perusahaan bagi siswa SMK.

"Pada era digitalisasi dan pembelajaran online saat ini banyak sekali peluang pelatihan yang bisa diikuti. Pemerintah memberikan banyak kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti pelatihan," jelasnya.

Dia mengatakan perlunya adaptasi semua individu untuk mempertahankan dan meningkatkan serta memperluas keterampilan terutama di pasar tenaga kerja.

"Perlunya peningkatan keterampilan untuk beradaptasi dengan dunia kerja yang terus berubah. Proses belajar sangat bergantung pada pengetahuan, informasi dan pengalaman yang kita miliki," jelasnya,

Menurut Anwar, Menaker Ida Fauziyah telag menyatakan pelatihan kejuruan secara online adalah cara untuk mencapai pembangunan ekonomi inklusif. Dari pelatihan online itu peserta dapat memilih pelatihan sesuai dengan keahliannya.

Lihat juga video 'Saat Sri Mulyani Pamer Ekonomi RI Lebih Baik Dibanding Negara G20':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)