HET Pupuk Diusulkan Naik Jadi Rp 1.200/kg
Selasa, 11 Apr 2006 16:00 WIB
Jakarta - Kontak tani dan nelayan Andalan (KTNA) mengusulkan Herga Eceran Tertinggi (HET) pupuk urea naik menjadi Rp 1.200/kg, dari HET saat ini yang hanya Rp 1.050/kg. HET yang saat ini dipatok tidak pernah berubah sejak tahun 2003 dan justru terus memicu kelangkaan."Daripada alokasi kurang harga naiknya tidak resmi. HET pupuk perlu dinaikkan menjadi Rp 1.200/kg tapi alokasi 100% dicukupi, sehingga subsidi pupuk dapat mencukupi," kata Ketua KTNA Winarno Tohir saat konferensi Pers di Gedung Bulog Jl. Gatot Subroto, Jakarta (11/4/2006).Menurut Winarno masalah pupuk bagi petani sekarang lebih susah. Dari sisi produksi berkurang akibat kurangnya suplai gas, sementara dari sisi distribusi semakin rumit akibat banyaknya rantai distribusi yang harus melalui berbagai lini. Hal tersebut menyebabkan adanay penyusutan dan kenaikan harga yang tidak resmi. Selain itu, pupuk bersubsidi pun juga bocor dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak berhak. Jumlah pupuk bersubsidi pun tidak sesuai dengan kebutuhan semua provinsi."Seharusnya solusinya Menperin, mendag, mentan dan pertamina harus bertemu karena masalahnya saling mengait misalnya pasokan gas untuk pabrik pupuk terlebih adanya pabrik yang meledak dan juga perubahan distribusi," kata Winarno.Selain itu, pola distribusi pupuk semestinya tidak serentak mengingat saat ini pola tanam tidak serentak. "Jadi tidak akan terjadi penumpukan stok pupuk satu titik ada yang kurang sementara titik lain kelebihan," tambah Dirut Bulog Wijanarko Puspoyo.
(qom/)











































