Fokus Digitalisasi, Sektor Pertanian Indonesia Diapresiasi Bank Dunia

Eqqi Syahputra - detikFinance
Jumat, 24 Sep 2021 21:26 WIB
Petani melihat pesawat tanpa awak (Drone) yang digunakan untuk menyemprotkan cairan pestisida di areal sawah desa Krangkeng, Kecamatan Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (16/9/2021). Pemerintah kecamatan setempat melakukan uji coba penggunaan drone untuk membantu mengurangi beban para petani dan meningkatkan efisiensi pertanian. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc.
Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Jakarta -

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen, mengapresiasi perkembangan sektor pertanian Indonesia yang selalu tumbuh. Hal ini berbeda dengan beberapa negara di dunia yang sedang menghadapi ancaman kekurangan pangan akibat masa sulit pandemi COVID 19 yang berkepanjangan.

"Terutama kemajuan sektor pertanian Indonesia yang selalu fokus pada pemanfaatan teknologi digitalisasi. Apalagi pertanian adalah mata pencaharian masyarakat Indonesia," ujar Satu dalam keterangan tertulis, Jumat (24/9/2021).

Dalam acara Cultuhacktion Tanihub Bertani Itu Hebat dan Bertani Itu Keren, Satu menegaskan produktivitas pertanian Indonesia terus meningkat tajam seiring makin banyaknya inovasi dari para petani milenial yang sudah menggunakan sentuhan teknologi.

"Tujuannya agar Indonesia lebih kompetitif di pasar dunia. Yang pasti pertanian digital itu telah membuka peluang bagi lahirnya jutaan petani milenial lainya," tambah Satu.

Sementara itu, Manager Keuangan perusahaan Internasional untuk Indonesia, Malaysia dan Timor Leste, Azam Khan menyampaikan selamat hari tani nasional bagi semua pemangku kerja dan kebijakan publik di Bidang Pertanian Indonesia. Menurut Azam, tema hari tani yang mengusung Hebat dan Keren adalah gerakan aksi luar biasa yang diinisiasi pemerintah untuk menarik minat anak muda agar kembali ke sektor pertanian.

"Saya kira ini merupakan seruan aksi yang luar biasa karena pertanian merupakan pondasi ekonomi di Indonesia. Karena itu kami percaya penerapan teknologi dan digitalisasi dapat mempercepat pembangunan pertanian Indonesia," tutur Azam.

Senada dengan Azam, Presiden Asia Pasifik Microsoft, Andrea Della Mattea, juga menekankan pentingnya percepatan regenerasi petani baik untuk Indonesia maupun dunia. Menurutnya, pertanian adalah sektor kunci yang paling dibutuhkan saat ini. Ia juga mengatakan pentingnya i menanam lebih banyak kebutuhan seiring makin banyaknya jumlah penduduk dunia.

"Lagi-lagi teknologi adalah cara yang wajib diterapkan, karena banyak anak muda beralih pekerjaan dan tidak mau menyentuh pertanian. Padahal pertanian Indonesia terbukti tangguh dan mampu menyumbang angka PDB," katanya.

Di pihak lain, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak terhadap jalannya pembangunan pertanian di Indonesia. Menurutnya, banyaknya dukungan ini membuktikan bahwa sektor pertanian adalah sektor utama yang juga bisa membuka akses lapangan kerja.

"Seringkali saya katakan bahwa pertanian itu bukan hanya makan, tetapi juga lapangan kerja. Karena itu saya berharap kehadiran anak muda mampu menembus pasar dan market internasional," ungkap Syahrul.



Simak Video "Gerak Kementan Tingkatkan Ekspor Tanaman Hias"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)