Sosok Hui Ka Yan, Buruh Pabrik yang Jadi Pemilik Evergrande

Trio Hamdani - detikFinance
Sabtu, 25 Sep 2021 16:00 WIB
Raksasa properti China, Evergrande tengah disorot karena terancam bangkrut imbas kesulitan bayar utang. Sang pendiri perusahaan, Xu Jiayin pun ikut jadi sorotan
Hui Ka Yan, Buruh Pabrik yang Jadi Pemilik Evergrande
Jakarta -

Hui Ka Yan adalah sosok di balik raksasa properti China, Evergrande yang kini menjadi sorotan karena terancam bangkrut imbas kesulitan bayar utang. Hui adalah pendiri perusahaan itu yang kini terlilit utang mencapai US$ 300 miliar atau sekitar Rp 4.290 triliun (asumsi kurs Rp 14.300).

Hui juga dikenal dengan nama Mandarinnya, Xu Jiayin. Dia lahir pada tahun 1958 di Desa Jutaigang, Kotapraja Gaoxian yang berpusat di provinsi Henan yang terletak di Tiongkok Barat. Demikian dilansir detikcom dari Newsweek, Sabtu (25/9/2021).

Masa kecilnya tak banyak dihabiskan bersama kedua orang tuanya. Sebab, ayahnya harus berperang melawan Jepang sebagai anggota Tentara Revolusioner Tiongkok, dan ibunya meninggal sebelum ulang tahunnya yang pertama. Sebagian besar hidupnya, dihabiskan bersama neneknya.

Di masa mudanya, Hui melakukan sejumlah pekerjaan yang berat. Media pemerintah China melaporkan bahwa dia pernah menjadi pengemudi traktor untuk menggali pupuk sebelum bekerja selama dua tahun di sebuah pabrik semen.

Pada suatu ketika, dia mengklaim pernah bertemu dengan seorang peramal yang mengatakan bahwa dirinya akan memiliki masa depan gemilang.

Akhirnya, Hui keluar dari pekerjaannya di pabrik semen dan diterima di Wuhan Institute of Iron and Steel pada akhir 1970-an yang sekarang dikenal sebagai Wuhan University of Science and Technology. Setelah lulus dan bekerja selama beberapa tahun di Wuyang Iron and Steel Company, dia kemudian mendirikan Evergrande Group pada tahun 1997.

Perusahaannya itu melakukan serangkaian investasi pada bidang properti hingga kemudian melakukan penawaran umum perdana (IPO) senilai US$ 722 juta pada tahun 2009.

Evergrande pun terus mengalami pertumbuhan. Pada tahun 2018, laporan Brand Finance menempatkannya sebagai perusahaan real estat paling berharga di dunia. Hui setidaknya memiliki 70% saham perusahaan, menjadikannya orang terkaya ke-53 di dunia dan orang terkaya ke-10 di China versi Forbes.

Lanjut ke halaman berikutnya.