Sejarah Indosat, BUMN yang Pernah Dijual di Era Megawati

Siti Fatimah - detikFinance
Minggu, 26 Sep 2021 07:20 WIB
Indosat, Kota Digital Indonesia
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Penggabungan (merger) PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia yang selama ini dinanti-nantikan akhirnya rampung juga.

Ooredoo dan dan CK Hutchison Holdings Limited pada 16 September 2021 mengumumkan penandatanganan dari kesepakatan transaksi definitif untuk pengajuan penggabungan bisnis telekomunikasi masing-masing di Indonesia, yaitu PT Indosat Tbk ("Indosat Ooredoo") dan PT Hutchison 3 Indonesia ("H3I") atau Tri, setelah sebelumnya tertunda beberapa kali.

Kemudian, perusahaan gabungan ini akan dinamai PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk ("Indosat Ooredoo Hutchison"). Ke depan keduanya akan mengendalikan perusahaan secara bersama-sama.

Kabar merger kedua perusahaan ini ternyata memantik perhatian publik. Apalagi jika mengingat perjalanan Indosat dari masa ke masa yang memperlihatkan bagaimana caranya bertahan yang berawal lahir dari rahim Tanah Air kemudian di jual dan kini kembali bersaing menjadi penguasa pasar nomor dua setelah anak kandungnya, Telkomsel.

Dirangkum detikcom, berikut beberapa catatan perjalanan Indosat setelah 53 tahun berdiri dan berkiprah di Indonesia.

Di situs resminya, PT Indosat Tbk didirikan di Indonesia pada 10 November 1967 sebagai perusahaan penanaman modal asing yang menyediakan layanan telekomunikasi internasional di Indonesia.

Kemudian, pemerintah di bawah Presiden Soeharto memutuskan untuk mengakuisisi saham Indosat pada 1980. Hal itu dilakukan untuk mendukung program satelit.

Setelah menjadi BUMN, perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1995. Indosat pun mendirikan Telkomsel, perusahaan patungan bersama dengan PT Telkom.

Sejak saat itu pemerintah Indonesia memegang penuh kontrol atas Indosat. Hingga pada Desember 2002, di bawah kepresidenan Megawati Soekarnoputri, pemerintah memutuskan untuk melepas sebagian saham Indosat.

Momen tersebut melekat di ingatan masyarakat Indonesia. Divestasi (pelepasan saham) dimenangkan oleh perusahaan negara tetangga, Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (ST Telemedia).

Tonton juga video wawancara Viral tentang kehidupan tukang las bawah laut di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]






Simak Video "DPD PDIP DKI Datangi Polda Metro, Laporkan Penyebar Hoax Megawati Koma"
[Gambas:Video 20detik]