Hati-hati Bisa Bikin Amsyong, Ini Tips Memakai Robot Trading

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 26 Sep 2021 18:35 WIB
Trading forex
Foto: Shutterstock

Tujuannya untuk melihat tingkat risiko dari robot trading itu melalui indikator throw down, yang artinya seberapa dalam berkurangnya portofolio nasabah ketika robot trading itu salah dalam mengambil keputusan. Jika si investor sudah tahu besarnya indikator throw down itu, lalu pastikan bahwa mampu menahan potensi risikonya.

"Jadi pemakainya paham risiko robot itu segini. Kalau berani berarti harus menyiapkan equity sesuai dengan throw down yang bisa menahan risiko penurunan itu," terangnya.

Nah yang paling penting Ariston menegaskan bahwa tidak ada robot trading yang 100% menguntungkan. Sehingga yang paling pertama menjadi pertimbangan adalah tingkat risikonya.

Melansir Investopedia, Minggu (26/9/2021), untuk memperoleh robot trading sebenarnya bisa didapat melalui internet. Tapi investor disarankan berhati-hati dalam memilih sistem perdagangan tersebut.

Sering kali perusahaan atau platform penyedia sistem transaksi robot trading hanya muncul sesaat. Setelah banyak investor yang membelinya mereka tiba-tiba menghilang. Padahal sering kali juga platform tersebut mengiming-imingi jaminan uang kembali.

Robot trading juga mungkin bisa menentukan aksi jual atau beli secara tepat dari sisi waktu karena terus memantau pergerakan kurva. Namun Investopedia menegaskan bahwa sistem bukanlah hal yang paling tepat untuk menilai sebuah risiko dan peluang dalam bertransaksi.

Sebab kebanyakan robot trading forex hanya menghasilkan keuntungan dalam jangka pendek. Tapi jika dilihat dalam jangka panjang, hasil kinerjanya berbanding terbalik. Hal itu karena mereka otomatis bergerak dalam rentang tertentu dan mengikuti tren.


(das/dna)