Promotor Musik Ragukan Pemerintah soal Izin Konser Gede-gedean

Siti Fatimah - detikFinance
Senin, 27 Sep 2021 16:30 WIB
Ilustrasi Penonton Konser Musik di Konser The Chainsmokers di Jakarta.
Ilustrasi/Foto: Hanif Hawari
Jakarta -

Promotor musik masih meragukan pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengenai izin penyelenggaraan kegiatan besar. Salah satu kegiatan yang dibahas yaitu festival konser, konferensi, pameran dagang, acara olahraga, pesta, maupun acara pernikahan dalam skala besar.

"Saya kalau yang masih bikin statement Menkominfo sih masih belum yakin ya kecuali kalau yang bikin statement Kapolri atau Satgas COVID-19 nasional itu baru saya yakin," kata CEO Rajawali Indonesia, Anas Alimi saat dihubungi detikcom, Senin (27/9/2021).

Dia tak yakin karena selama dua tahun pandemi COVID-19 pihaknya sudah dapat membaca situasi bahwa yang memberikan izin mengenai kegiatan keramaian biasanya Satgas COVID-19.

"Selama ini saya melihat pertama yang memberikan izin keramaian kan memang Kepolisian, yang mendapatkan izin dari Satgas dan Menkominfo nggak ada relate-nya buat industri kami ya. Jadi saya menganggap ini masih bukan berita baik, kecuali yang mengeluarkan statement Kapolri atau Satgas misalnya dia ngomong 'konser dalam skala besar diperbolehkan, nah itu baru keren," ujarnya.

Kabar dari Menkominfo tersebut dinilainya hanya berita biasa dan tidak berpengaruh bagi industri musik. "Tapi kalau masih Menkominfo atau menteri-menteri tidak related ya biasa saja. Kaya berita biasa aja menurut saya nggak ngefek. Udah capek kami menunggu regulasi seperti ini jadi biasa saja," sambungnya.

Anas mengatakan, industri musik membutuhkan regulasi yang konkrit bukan hanya wacana dan narasi saja. Menurutnya, kabar yang disampaikan melalui Menkominfo hanya memberikan kesenangan sesaat, belum dipastikan regulasinya.

"Ini kaya anak kecil ganti permen, seneng banget, tapi padahal kan belum tentu. Kami masih tunggu regulasi dan tindakan yang konkret dan jelas, jadi diikuti dengan regulasi yang konkret bukan sekedar wacana dan narasi yang dibangun. Kalau ini kan kebiasaan dari stakeholder membangun narasi tanpa ada regulasi yang jelas. Kalau memang benar-benar diizinkan, yang mengeluarkan Kapolri nah itu baru keren. Itu baru kita siap-siap," paparnya.

Promotor siap jika konser diperbolehkan lagi. Berlanjut ke halaman berikutnya.