Direktur BNI Sis Apik Wijayanto Lulus Doktor Raih Predikat Cum Laude

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 27 Sep 2021 16:41 WIB
Direktur Hubungan Lembaga PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Sis Apik Wijayanto meraih gelar Doktor di Universitas Brawijaya Malang. DOk Istimewa
Foto: Direktur Hubungan Lembaga PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Sis Apik Wijayanto meraih gelar Doktor di Universitas Brawijaya Malang. DOk Istimewa
Jakarta -

Direktur Hubungan Lembaga PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Sis Apik Wijayanto meraih gelar Doktor di Universitas Brawijaya Malang.

Sis Apik menyelesaikan pendidikan tersebut dalam waktu kurang dari 4 tahun dan sudah diwisuda pada Minggu 26 September 2021. Dia diuji oleh Prof. Dr. Muliaman D. Hadad, SE., MPA, Prof. Dr. Taher Alhabsyi, Prof. Dr. Sri Mangesti Rahayu, M.Si., Prof. Dr. Suharyono, MA., Dr Krisna Wijaya, MM, Dr. Ir. Solimun, MS., Dr. Kadarisman Hidayat, M.Si., Dr M Saifi, M.Si, Dr. Zainul Arifin, MS, serta pimpinan sidang Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS berhasil mempertahankan disertasi dengan judul Pengaruh Transgloibal Leadership terhadap Militansi, Innovation Culture, Performance dan Sustainability dengan predikat Cum Laude (dengan pujian).

Disertasinya menggunakan menggunakan jenis penelitian kuantitatif, populasi sample di salah satu BUMN yang mempunyai Cabang tersebar dan terbesar diseluruh Indonesia dengan jumlah populasi (N) sebanyak 481 dan menggunakan metode Slovin dengan toleransi 5%, maka sample penelitian (n) ditetapkan sebesar 218 responden.

Penelitian ini menggunakan explanatory atau confirmatory research penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Variabel yang diteliti dalam penelitian adalah Transglobal Leadership sebagai variabel eksogen; Militansi, Innovatian Culture, dan Performance sebagai variabel intervening dan Bank Sustainabilty sebagai variabel endogen.

Dalam disertasinya selain mengambil teori-teori dari literature dan jurnal jurnal internasional tentang transglobal leadership, militansi, performance dan sustainability juga mengambil beberapa Peraturan Otoritas Jasa Keuangan yaitu POJK No 4/POJK.03.2016 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum serta POJK No. 51/POJK.03.2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan, keduanya sangat bermanfaatg bagaimana melakukan penilaian tingkat kesehatan bank dan juga bagaimana sebuah aksi keuangan berkelanjutan diterapkan di bank dengan menggunakan aspek ekonomi, social dan lingkungan, bahkan didunia bisnis modern saat ini banyak menerapkan ESG yaitu ; Environmental, Social dan (corporate) Governance.

Transglobal Leadership merupakan suatu model kepemimpinan yang mampu menggerakkan roda perusahaan (Perusahaan, Perbankan, BUMN dan lainnya) menjadi sangat maju dan berkembang serta mampu memperluas area kerjanya ke seluruh dunia. Perusahaan yang memiliki pemimpin Transglobal Leadership dapat mendorong adanya pengembangan Innovation Culture dalam sebuah perusahaan.

Selain itu, Karakter militan harus terus dibangun dalam Transglobal Leadership, sehingga mampu membentuk karakter militan dari segi karyawan maupun pimpinan sebagai budaya kerja yang mana hal ini akan berakibat kemajuan yang pesat bagi perusahaan. Upaya untuk mencapai keberlanjutan pada perusahaan diperlukan adanya budaya inovasi untuk terus bersaing dengan perusahaan lainnya.

"Penelitian ini membahas secara mendalam penerapan militansi. Hal ini karena Militansi menjadi hal yang menarik karena variabel militansi yang tumbuh di perusahaan yang diteliti sangat baik bagi kinerja perusahaan, bahkan belum pernah diungkap melalui penelitian," ujar dia dalam keterangannya, Senin (27/9/2021).

Dalam penelitian tersebut dipaparkan bahwa pendorong terkuat Sustainability adalah Transglobal Leadership, yang mana terdapat dalam diri individu pimpinan, karyawan dalam sebuah perusahaan.