Minyak Tanah Kembali Langka di Banda Aceh
Rabu, 12 Apr 2006 10:35 WIB
Banda Aceh - Kelangkaan minyak tanah terus berlanjut di Banda Aceh dan sekitarnya sejak sepekan terakhir ini. Beberapa pangkalan minyak tanah mengaku stok minyak tanah kosong, sementara lainnya membatasi jumlah pembelian.Kelangkaan minyak tanah di Banda Aceh sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak Februari lalu. Tapi semakin hari, ketersediaan minyak tanah di Banda Aceh semakin terasa. Saban hari, antrean jeriken di berbagai pangkalan menjadi tontotan yang sudah biasa.Pangkalan minyak tanah yang membatasi pembelian biasanya hanya memperbolehkan pembelian 5-6 liter per orangnya. Hal ini dilakukan agar semua konsumen bisa memperoleh minyak tanah."Rasanya seperti zaman perang saja. Membeli minyak tanah saja harus antre begini," keluh Kasmini, seorang warga Blower pada detikcom, Rabu (12/4/2006) ketika mengantre di pangkalan minyak Setui, Banda Aceh.Wira Penjualan Pertamina Banda Aceh, Fauzi, menegaskan pada wartawan, Pertamina tidak pernah mengurangi jatah minyak tanah secara sepihak. "Kelangkaan tersebut akibat pengurangan jatah nasional 15 persen dari sistem rayonisasi," tukasnya.Menurutnya, Pertamina menyalurkan 518 ton per hari untuk seluruh Aceh. Khusus Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie dan Sabang, Pertamina melepas 162,5 ton per hari dengan rasio 4,85 liter per penduduk atau melebihi rasio nasional yang hanya 3,75 liter per penduduk.
(qom/)











































