Menkeu Sri Mulyani:
Pembahasan APBN Tak Dipercepat
Rabu, 12 Apr 2006 12:39 WIB
Jakarta - Melonjaknya harga minyak mentah dunia mendekati level US$ 70 per barel tidak serta merta membuat pemerintah tergopoh-gopoh mempercepat revisi APBN 2006."Tidak ada percepatan (pembahasan APBN)," tegas Menkeu Sri Mulyani Indrawati di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (12/4/2006).Menurut Sri Mulyani, kalau pun ada revisi tidak hanya akan menyentuh pada harga minyak, namun juga sejumlah asumsi lainnya. "Kan sudah dibilang, kalau revisi pasti revisi harga, nilai tukar, inflasi, suku bunga semoga berubah. Jadi nanti akan kita lihat dalam pertenghan tahun. Nanti kita pelajari," ujarnya.Harga minyak dunia kembali melanjutkan rally dan menembus level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir. Tak cuma jenis light, minyak Brent pun ikut-ikutan melonjak mendekati level US$ 70 per barel, yang merupakan tertinggi sepanjang sejarah.Harga minyak jenis Brent ditutup pada US$ 69,37 per barel, naik 62 sen dibandingkan sebelumnya. Sementara jenis light naik 24 sen menjadi US$ 68,98 per barel. Para pialang mengatakan, harga minyak diprediksi terus melonjak menyusul kekhawatiran adanya serangan AS ke Iran.
(qom/)











































