Usaha Kecil Daerah Bisa Mendunia, Bagaimana Caranya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 29 Sep 2021 16:40 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor penggerak perekonomian nasional. Produk-produk dari UMKM di berbagai wilayah di Indonesia ini bisa terbang ke berbagai negara atau go global. Bagaimana caranya?

Direktur Eksekutif Indonesia Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank D. James Rompas mengungkapkan jika pelaku usaha harus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

James menyebut LPEI memiliki peran yang lebih luas dibandingkan perbankan pada umumnya karena sesuai dengan mandat yang diberikan, LPEI dapat memberikan pembiayaan, penjaminan, asuransi dan juga jasa konsultasi yang dapat dilakukan secara beriringan.

Bagi UMKM yang telah melakukan ekspor, diinginkan mendapatkan pembiayaan dari LPEI.

Sementara bagi UMKM yang belum ekspor tapi sudah berorientasi ekspor, LPEI telah bersinergi dengan pemangku kepentingan seperti Kementerian Perdagangan (Kemendag), Ditjen Kakayaan Negara dan Bea Cukai untuk membantu para pelaku UMKM melalui berbagai program.

''Salah satunya adalah program CPNE (Coaching Program for New Exporters) sehingga diharapkan para UMKM dapat melakukan ekspor, mampu mengelola bisnis lebih baik, dan memperkuat relasi,'' kata James Rompas dalam keterangannya, Rabu (29/9/2021).

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Praseno Hadi yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Utara pada kesempatan ini, juga memberikan dukungan atas inisiatif yang dilakukan LPEI dalam keynote speech pada Talkshow Ekspor Nasional. "Program CPNE dari LPEI sangat membantu UKM kita. Oleh karena itu, kami mendorong para UKM untuk memanfaatkan program ini dengan baik. Saya mewakili Pemerintah Provinsi dan Gubernur Sulawesi Utara mengapresiasi LPEI yang telah berinisiatif untuk melatih UKM di wilayah Sulut untuk bisa ekspor", ujar Praseno.

Talkshow Ekspor Nasional ini merupakan rangkaian dari pelatihan program CPNE Jasa Konsultasi yang diselenggarakan oleh LPEI selama dua hari (28-29 September 2021) dan diikuti oleh 50 orang pelaku UMKM Sulut dengan mayoritas bergerak di bidang industri makanan dan minuman. CPNE merupakan salah satu program pelatihan ekspor Jasa Konsultasi LPEI yang bertujuan untuk menciptakan eksportir baru yang diselenggarakan secara berkala.

Program ini di mulai sejak tahun 2015 dan udah melatih hampir 1.000 pelaku UMKM di Indonesia serta telah menghasilkan 70 eksportir baru. Pada tahun ini, LPEI telah melakukan pelatihan ekspor untuk beberapa pelaku UMKM berorientasi ekspor di beberapa daerah Solo, Bali, Medan, Kendal, Demak, Bandung dan kali ini di Manado dan sekitarnya.



Simak Video "Ekosistem Gojek Membantu Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)