Kemendag-Kementan Ribut soal Data Jagung, Solusinya Apa?

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 30 Sep 2021 13:11 WIB
Ladang Jagung
Kemendag-Kementan Ribut soal Data Jagung, Solusinya Apa?
Jakarta -

Perum Bulog mengusulkan agar pemerintah membuat kebijakan cadangan jagung pemerintah (CJP). Sama seperti cadangan beras pemerintah (CBP) yang sudah ada, fungsi CJP adalah untuk stabilisasi harga ketika terjadi fluktuasi.

Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto menilai kebijakan cadangan jagung pemerintah bisa direalisasikan sejalan dengan Perpres 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional.

"Jadi di sisi produsen, Bulog akan melakukan pengadaan/pembelian sesuai dengan harga acuan atau harga pembelian yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Nanti pengadaan itu akan kita simpan sebagai stok, sebagian stok komersial, sebagian sebagai stok cadangan jagung pemerintah," katanya dalam sebuah webinar, Kamis (30/9/2021).

Jadi, nantinya pemerintah menetapkan jumlah cadangan jagung minimal yang harus dikelola Bulog. Ketika harga jagung melambung, Bulog tinggal mengguyur pasar dengan CJP yang ada di gudangnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menjelaskan hingga saat ini belum ada keputusan untuk merealisasikan cadangan jagung pemerintah. Namun dia menilai hal itu memang perlu.

"Ini juga perlu untuk jagung sehingga tadi perlu ditetapkan, sementara itu belum ditetapkan yang namanya cadangan jagung pemerintah," sebutnya.

Kebijakan yang berlaku pada jagung saat ini, lanjut dia sifatnya selayaknya pemadam kebakaran. Ketika ada fluktuasi harga barulah Bulog ditugaskan untuk melakukan pengadaan jagung untuk kemudian didistribusikan ke peternak.

"Baru sekarang ini sifatnya pemadam kebakaran. Diperkirakan sampai akhir tahun dari rakortas dinyatakan cukup dengan memasok ke peternakan rakyat dengan 30 ribu ton. Padahal di Blitar sendiri kebutuhan hampir 70 ribuan ton per bulan. Tapi intinya dengan perhitungan macam-macam tadi ada potensi produksi jagung dan sebagainya, diperkirakan cukup intervensi pemerintah itu untuk jangka pendek ini adalah 30 ribu ton kepada peternak rakyat di 4 tempat," tambahnya.

Empat tempat yang akan dipasok jagung Bulog seharga Rp 4.500 per kg, yaitu Kendal, Solo Raya, Blitar, dan Lampung.

(toy/fdl)