Pabrik Baja di Cilegon Tidak Akan Dipindahkan
Rabu, 12 Apr 2006 16:26 WIB
Jakarta -
Pemerintah tidak pernah berniat untuk merelokasi industri baja dari Cilegon ke Kalimantan. Namun untuk perluasan pabrik akan diupayakan ke Kalimantan. "Pabrik baja yang sudah ada sekarang akan tetap di Cilegon. Memang ada renana perluasan. Nah perluasan ini yang kita relokasi ke Kalimantan," kata Menperin Fahmi Idris di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (12/4/2006).Menurut Fahmi, dana yang dibutuhkan untuk relokasi pabrik baja diperkirakan mencapai US$ 500 juta. "Tahun 2007, itu rencana pemindahannya," jelasnya.Ia mengungkapkan, rencana perluasan itu terkait ketersediaan sumber energi dan bahan baku baja. "Pembangunan pabrik baja itu butuh listrik yang besar dan bahan baku yang banyak. Nanti batu bara dan bijih besinya dari Kalimantan," ujar politisi dari Golkar ini.Rencana ini merupakan konsep baru dengan mengutamakan bahan baku untuk pembuatan baja dari dalam negeri. "Selama ini, bahan baku bijih besi kita impor dari Brasil. Listriknya juga berbahan baku BBM. Ini yang tidak efisien," tukasnya.Fahmi membandingkan industri baja di Indonesia yang kalah bersaing dengan Cina. Untuk menghasilkan 1 ton baja, Cina hanya membutuhkan sekitar US$ 300 per ton. Sedangkan Indonesia butuh US$ 400 per ton. "Kenapa Cina lebih murah? Ternyata mereka bijih besinya mengambil dari Kalimantan dan bahan baku listriknya juga dari Kalimantan," tandasnya.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































