Blak-blakan Erick Thohir Soal Rencana Bangun RS Internasional di Bali

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 01 Okt 2021 12:33 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir
Foto: Siti Fatimah/detikcom
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana membangun Bali sebagai kawasan ekonomi khusus kesehatan. Dengan begitu, Bali diharapkan jadi tujuan utama masyarakat Indonesia untuk berobat alih-alih ke Singapura atau Malaysia.

Awalnya Erick mengatakan, BUMN perlu melakukan transformasi bisnis. Menurutnya, perusahaan pelat merah ini sudah terlalu lama berkecimpung dengan dunianya sendiri termasuk pengadaan rumah sakit perusahaan.

"Semua bersaing di antara mereka sendiri, mereka lupa tugasnya memberi sumbangsih kepada negara dan rakyat tetapi tetap secara korporasi harus sehat. Pertamina punya rumah sakit, Pelindo punya rumah sakit, perkebunan (PTPN) punya rumah sakit. Ngurusin bisnisnya saja belum maksimal, sudah merambah ke bisnis lain," kata Erick saat menjadi pembicara dalam acara Dies Natalis Untirta, Jumat (1/10/2021).

Lebih lanjut, Erick pun memaksakan semua aset-aset yang bukan bagian nilai inti perusahaan untuk menjadi atap perusahaan sendiri yang dikelola secara profesional dan sesuai dengan bidangnya.

"Kita menggabungkan semua rumah sakit yang ada di BUMN, jumlahnya 73 karena penggabungan ini rumah sakit BUMN menjadi terbesar di Indonesia dalam jumlah tempat tidur, untuk penjualan nomer 2, yang tadinya rugi Rp 28 miliar sekarang untung Rp 300 miliar," ujarnya.

Lalu beralih lah pada wacana pembangunan rumah sakit Indonesia berskala Internasional. Dia mengatakan, setidaknya ada 600.000 warga yang melakukan pengobatan ke luar negeri, oleh sebab itu ia berinisiatif membangun rumah sakit serupa di Bali.

"Ini sangat mengkhawatirkan karena itu kita akan membangun kawasan ekonomi khusus kesehatan di Bali yang juga menjadikan RS Indonesia skala internasional. Jadi tidak perlu lagi warga Indonesia jauh-jauh pergi ke luar negeri," katanya.

Berdasarkan catatan detikcom, rencana tersebut sudah dibicarakan sejak 2020 lalu. Saat itu dia mengatakan, Bali diharapkan menjadi kawasan pariwisata sekaligus kesehatan.

"Kita roadshow ke Jepang ada lahan di Bali di bawah grup hotel tapi ya, bisa disinergikan dengan tim kesehatan, klaster kesehatan jadikan health tourism. Dalam Omnibus bisa apply special economy zone, jadi mau apply daerah bisa jadi menarik mix tourism dan kesehatan disebut titik di mana tadinya masyarakat Indonesia ke Singapura dan Malaysia, check up bisa tinggal ke Bali. Ga kalahlah itu sama Singapura," kata Erick, Selasa (17/11/2020).

(das/das)