Hati-hati! Ini Aplikasi Berbahaya, Niat Untung Malah Buntung

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 01 Okt 2021 14:24 WIB
Darkweb, darknet and hacking concept. Hacker with cellphone. Man using dark web with smartphone. Mobile phone fraud, online scam and cyber security threat. Scammer using stolen cell. AR data code.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen
Jakarta -

Aksi pencurian data masih kerap terjadi. Salah satu sebabnya bisa dari aplikasi yang ada di smartphone Anda, khususnya Android lewat malware.

Zimperium zLAbs, sebuah perusahaan siber menyebut malware bernama GriftHorse sudah mencuri ratusan juta Euro padahal baru aktif selama lima bulan, antara November 2020 dan April 2021. Modusnya adalah dengan menawarkan hadiah gratis melalui pencurian data yang sudah dilakukan sebelumnya melalui layanan aplikasi premium.

"Aplikasi Android nakal ini tampak tidak berbahaya saat membaca deskripsinya dan meminta izin akses, tapi rasa percaya diri yang salah ini berubah ketika pengguna ditagih untuk membayar layanan premium setiap bulannya yang mereka ikuti tanpa sepengetahuan dan persetujuan mereka," kata Peneliti Zimperium Aazim Yaswant dan Nipun Gupta dalam laporannya, dikutip dari The Hacker News melalui detikInet, Jumat (1/10/2021).

Setelah pengguna mengunduh aplikasi berisi GriftHorse (malware), mereka memanfaatkan kelengahan korban dan mendaftarkan nomor korban ke layanan SMS premium berlangganan. Awalnya, malware ini akan memberikan berbagai notifikasi dengan mengiming-imingi hadiah gratis.

Jika korban mengklik notifikasi tersebut, korban akan diarahkan ke laman website khusus yang mendorong korban untuk mengisi nomor telepon dengan dalih verifikasi hadiah. Ternyata nomor telepon itu justru mengarahkan korban untuk berlangganan layanan SMS premium oleh pelaku penipuan.

Layanan SMS premium ini bisa menyedot pulsa korban sebesar 30 euro atau sekitar Rp 500 ribuan (1 euro = Rp 16.572). Setidaknya ada 200 aplikasi Android yang mengandung malware tersebut.

Jutaan korban berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Brazil, Australia, India, bahkan Indonesia. Jenis aplikasi yang sudah diidentifikasi yaitu jenis aplikasi tools, hiburan, personalisasi, gaya hidup, kencan online dan lain-lain. Salah satunya sudah diunduh lebih dari 500.000 kali.

Berikut list aplikasi berbahaya tersebut.

200 Aplikasi yang Disusupi Malware200 Aplikasi yang Disusupi Malware Foto: Dok.The Hacker News

Lihat juga video '6 Pasar Tradisional yang Akan Diuji Coba PeduliLindungi':

[Gambas:Video 20detik]



(das/das)