Temui Airlangga, Pelaku Industri Kopi Minta Dukungan Pemerintah

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Jumat, 01 Okt 2021 18:55 WIB
Pelaku Industri Kopi
Foto: Kemenko Bidang Perekonomian
Jakarta -

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyambut baik kolaborasi yang bisa dilakukan antara pelaku industri kopi Indonesia dengan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri kopi di Indonesia. Langkah ini diyakini dapat mempromosikan kopi Indonesia di pasar global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut kedatangan para pelaku industri kopi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bertepatan dengan International Coffee Day hari ini. Pada pertemuan ini, para pelaku industri kopi menyampaikan keinginan untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk pengembangan bisnis dan dukungan di kejuaraan kopi internasional.

Airlangga menyampaikan pemerintah mengapresiasi komitmen para pelaku industri kopi Indonesia untuk terus mendorong pertumbuhan industri kopi Indonesia. Ia menjabarkan industri kopi memiliki peran yang besar dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia, yaitu memberdayakan 1,86 juta kepala keluarga petani dan 50 ribu tenaga kerja umum.

"Kopi merupakan komoditas terpenting ketiga di perkebunan setelah kelapa sawit dan karet alam. Kopi juga menyumbang persentase terhadap PDB perkebunan sebesar 16,15%," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Jumat (1/10/2021).

Dalam 10 tahun terakhir, lanjutnya, industri kopi Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan yaitu sebesar 250%. Saat ini, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Luas lahan kopi Indonesia mencapai 1,25 juta ha dengan total produksi hingga 761 ribu ton per tahun.

Airlangga mengatakan pemerintah telah memberi dukungan untuk masyarakat mendorong pertumbuhan industri kopi Indonesia melalui program Kredit Usaha Rakyat.

"Realisasi KUR untuk kopi pada tahun 2020 sebesar Rp 1,2 T dengan 53 ribu debitur dan realisasi KUR industri kopi hingga 21 Juli 2021 sebesar Rp 661 miliar dengan 25 ribu debitur," urai Airlangga.

Mantan Menteri Perindustrian ini menjelaskan industri kopi memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang di Indonesia. Tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan usaha kopi menjadi salah satu buktinya.

"Salah satu program pelatihan favorit di Kartu Prakerja adalah pelatihan menjadi barista. Hal ini menunjukkan anak muda sekarang sangat tertarik dengan industri kopi," ungkap Airlangga.

Ia menyatakan pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan industri kopi Indonesia baik melalui food estate berbasis korporatisasi petani, KUR, maupun riset-riset penting untuk menambah nilai pasar kopi.

"Kerja sama internasional baik bilateral, regional, maupun internasional perlu kita manfaatkan seoptimal mungkin untuk mendongkrak kopi Indonesia menjadi komoditas berorientasi ekspor unggulan baik di pasar tradisional maupun non-tradisional," sebut Airlangga.

(ncm/ega)