Rayonisasi Untuk Pupuk
Rabu, 12 Apr 2006 23:18 WIB
Jakarta - Untuk mengatasi kelangkaan pupuk di beberapa daerah, pemerintah berencana untuk melakukan rayonisasi untuk distribusi pupuk. Apabila suatu daerah kekurangan pupuk yang dipasok dari satu pabrik, maka pupuk bisa dipasok dari pabrik lain."Tadi diputuskan adalah mencoba membuat rayonisasi pupuk menjadi lebih fleksibel," kata Staff Ahli Menko Perekonomian, Bayu Krisnamurti, kepada pers, seusai rakor soal pupuk, di Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu(12/4/2006).Selain masalah distribusi, kelangkaan pupuk terjadi akibat pasokan gas sebagai bahan baku pupuk tidak mengalir dengan sempurna. Saat ini produksi pupuk nasional hanya sebesar 63% dari produksi normalnya yaitu sebesar 8,6 juta ton pupuk per tahun.Upaya lain yang akan dilakukan pemerintah untuk atasi kebutuhan pupuk petani adalah dengan mengalihkan penggunaan pupuk tunggal ke pupuk majemuk. Dengan demikian, petani tidak perlu menggunakan berbagai macam pupuk untuk tanamannya namun hanya satu jenis pupuk saja."Kebijakannya sudah mulai diarahkan, agar pupuk itu lambat laun bertahap dialihkan ke pupuk majemuk tidak lagi ke pupuk tunggal, disamping itu direncanakan pupuk organik untuk masa yang akan datang," ungkap Bayu.
(fay/)











































