Tidak Ada Lonjakan Permintaan Elpiji di Sumut dan NAD

Tidak Ada Lonjakan Permintaan Elpiji di Sumut dan NAD

- detikFinance
Kamis, 13 Apr 2006 01:11 WIB
Medan - PT Pertamina (Persero) membatalkan harga elpiji pada Mei 2006 mendatang. Sejauh ini pun tidak ada lonjakan permintaan elpiji di Sumatera Utara (Sumut) dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Pasokan di kedua provinsi ini masih normal, yakni 180 metrik ton perhari."Hingga hari ini masih belum ada lonjakan permintaan. Kalau pun ada lonjakan, bisa diantisipasi," ujar staf Humas PT Pertamina Unit Pemasaran (UPms) I Medan, Fitri Erika, di kantornya, Jalan Yos Sudarso, Medan, Rabu (12/4/2006).Disebutkan Erika, pihaknya terus menjaga dan memantau ketersediaan stok elpiji. Pasokan elpiji untuk kedua provinsi itu, bersumber dari empat lokasi di Sumut, yakni Depot Elpiji Tandem yang berada di Kabupaten Langkat, dan tiga Stasiun Pengisian Bahan Bulk Elpiji (SPBBE) di Tanjung Morawa, Percut Sei Tuan, dan Tanjung Selamat yang berada di Kabupaten Deli Serdang. Menurutnya dalam penyaluran Elpiji di Sumatera Utara (Sumut) dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), ada 42 agen resmi di Sumut, termasuk 20 di antaranya di Medan. Sementara di NAD ada 15 agen.Pantauan detikcom pada sejumlah pengecer yang berada di Medan, seperti di Jalan Sisingamangaraja, Brigjen Katamso dan Medan Tenggara Raya, Medan, lonjakan permintaan memang belum ada. Harga juga masih terbilang normal. Satu tabung berisi 12 kilogram elpiji dijual dalam kisaran Rp 53.000 hingga Rp 55.000. (fay/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads