Terpopuler Sepekan

Menakar Gaji Teknisi yang Menyelam Perbaiki Kabel Internet

Anisa Indraini - detikFinance
Sabtu, 02 Okt 2021 13:15 WIB
Ria Qorina Lubis, penyelam wanita yang mendunia
Ilustrasi/Foto: (Ria Qorina/Istimewa)
Jakarta -

Minggu lalu terjadi gangguan internet hingga viral di media sosial teknisi menyelam untuk memperbaiki kabel bawah laut. Video itu mengundang simpati netizen karena memandang itu pekerjaan yang berisiko.

Lantas, berapa gaji penyelam itu? Penyelam tersebut masuk ke industri penyedia jasa layanan internet yang menjadi bagian dari teknik informatika.

Mengutip dari Bureau of Labor Statistic, Rabu (22/09/2021) beberapa industri memiliki divisi pekerjaan penyelam mulai dari konstruksi, teknik sipil, museum, situs sejarah, kegiatan pendukung transportasi air, arsitektur, dan beberapa industri lainnya.

Masing-masing industri memiliki gaji yang berbeda-beda. Misalnya untuk penyelam industri arsitektur, teknik, dan layanan terkaitnya, besaran gajinya mencapai US$ 34,30 per jam atau setara Rp 488 ribu/jam (kurs Rp 14.242), jika per tahunnya bisa mencapai US$ 70.570 atau Rp 1 miliar.

Lalu, penyelam industri teknik sipil dan teknik berat lainnya, digaji US$ 33,39/jam dan US$ 70.570/per tahunnya. Kemudian penyelam di industri layanan manajemen ilmiah bergaji US$ 34,17/jam dan US$ 70.070/tahun.

Selanjutnya, penyelam di industri pendukung transportasi air gajinya US$ 27,71/jam dan US$ 57,630/tahun. Untuk industri museum, situs sejarah, dan lembaga serupa penyelamnya digaji US$ 19,39/jam dan US$ 40,330/tahunnya. Penyelam dalam pemerintahan, gajinya bisa mencapai US$ 33,41 dan US$ 69.500.

Penyelam di beberapa industri itu, bekerja untuk memeriksa, memperbaiki, melepas, atau memasang peralatan dan struktur yang ada di bawah laut. Pekerjaan mereka biasa menggunakan berbagai alat listrik, seperti bor, palu godam, hingga peralatan las.

Sama seperti teknisi yang menyelam memperbaiki kabel internet, besaran gaji penyelam di beberapa industri tersebut bisa menjadi gambaran untuk teknisi yang memperbaiki kabel internet di bawah laut.

(aid/eds)