Profil Perempuan Muda yang 'Gantikan' Erick Thohir dan 5 Bos BUMN

ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Profil Perempuan Muda yang 'Gantikan' Erick Thohir dan 5 Bos BUMN

Anisa Indraini - detikFinance
Sabtu, 02 Okt 2021 15:15 WIB
Sharon, finalis Girls Take Over terpilih menjadi pengganti Erick Thohir sebagai Menteri BUMN. Nah, masih ada kandidat lainnya lho. Penasaran?
Foto: dok. Kementerian BUMN
Jakarta -

Satu perempuan muda sempat menggantikan Erick Thohir menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sehari dalam program Girls Take Over. Di program itu juga lima orang lainnya berkesempatan menjadi dirut perusahaan pelat merah yaitu Angkasa Pura I, Bank Mandiri, BRI, Kimia Farma, dan Telkomsel.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan program itu sangat strategis sesuai dengan transformasi human capital BUMN dan Woman Leadership. Terlebih, dia juga menargetkan adanya kepemimpinan muda di BUMN.

"Ini juga masuk ke salah satu kepemimpinan muda di BUMN yang kita ingin nantinya pemimpin BUMN ini di bawah 42 tahun dengan target 5% di tahun ini dan 10% di 2023. Nah hal-hal ini tentu karena terjadi program yang menjadi bagian dua payung tadi saya sangat menyambut baik," kata Erick saat memberikan sambutan di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (27/9/2021).

Posisi Menteri BUMN dan pemimpin BUMN lainnya diisi para perempuan pada 30 September dan 1 Oktober 2021. Keenam perempuan muda tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan pendidikan dan pekerjaan yang beragam. Berikut profil singkatnya:

1. Sharon (24 tahun) dari Jawa Barat

Nah ini dia yang sempat menggantikan Erick sehari. Sharon merupakan lulusan terbaik Fakultas Psikologi di universitas negeri unggulan dan Best Graduate Officer Development Program salah satu bank BUMN pada 2019.

Sharon memiliki cita-cita mendorong kesetaraan perempuan dalam dunia kerja. Selama pandemi COVID-19, dia berkesempatan memimpin tim COVID Rangers dalam mendorong kesadaran seluruh anggota tim demi mencegah penularan COVID-19.

Selain itu, dia telah meningkatkan keterwakilan perempuan sebesar 20% di tim pemasarannya, dengan berdasarkan kapabilitas individu. Dalam perjalannya, Sharon mendorong lebih anggota tim, khususnya perempuan untuk mampu memimpin diri sendiri, keluarga, dan lingkungan yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT