Evergrande Fokus Bayar Investor Lokal, Investor Asing Gigit Jari

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 05 Okt 2021 10:27 WIB
Raksasa properti China, Evergrande tengah disorot karena terancam bangkrut imbas kesulitan bayar utang. Sang pendiri perusahaan, Xu Jiayin pun ikut jadi sorotan
Foto: AP Photo
Jakarta -

Perusahaan properti raksasa Evergrande saat ini masih terus berupaya menyelesaikan masalah pembayaran utang ke berbagai pihak. Sekarang Evergrande mengutamakan untuk menyelesaikan pembayaran bagi investor lokal.

Hal ini membuat investor asing cuma bisa gigit jari, karena berada di urutan paling akhir. Memang pemerintah China mengintervensi manajemen untuk memastikan orang-orang China yang sudah membayar apartemen namun belum memiliki unitnya bisa mendapatkan kejelasan. Selain itu pemerintah China juga berupaya untuk melindungi para pekerja, pemasok hingga investor ritel.

Pada Rabu, Evergrande mengumumkan untuk penjualan sebagian sahamnya di bank lokal senilai US$ 1,5 miliar. Selain itu Evergrande juga belum lama ini sudah mencapai kesepakatan dari negosiasi terkait bunga obligasi berdenominasi yuan.

Ekonom Senior Oxford Economics Adam Slater mengungkapkan jika investor Evergrande harus tetap memantau perkembangan sampai rumor yang terjadi di tubuh perusahaan.

"Pasar global mungkin masih akan bereaksi," kata dia dikutip dari CNN Business, Selasa (5/10/2021). Laporan Refinitiv Eikon menyebutkan utang obligasi global Evergrande mencapai US$ 20 miliar. Slater menyebutkan komposisi investor asing dalam utang Evergrande ini tidak terlalu besar sehingga minim kemungkinan akan menular ke negar alain.

Dalam beberapa pekan terakhir, investor asing memang dibayangi ketidakpastian akibat masalah Evergrande dan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi China.

Sejumlah kalangan menyebut ada potensi default atau gagal bayar yang dialami oleh Evergrande ini bisa menyaingi Lehman Brothers. Namun sejumlah analis juga menyebut jika hal itu tidak mungkin terjadi.

Dari data analisis Bank of America Evergrande sudah menjual 200.000 unit rumah yang belum diserahkan kepada pembeli.

Sebelumnya People's Bank of China menegaskan akan menciptakan pasar real estat yang sehat dan memberikan perlindungan hak dan kewajiban untuk pembeli rumah.

Meskipun tidak menyebut secara gamblang, bank sentral telah mengalirkan stimulus hingga US$ 15,5 miliar ke sistem keuangan nasional demi menstabilkan situasi dan membuat pasar lebih tenang.

(kil/ang)