Pemerintah Dunia Mau Selidiki Laporan Pandora Papers, RI Gimana Pak Jokowi?

ADVERTISEMENT

Pemerintah Dunia Mau Selidiki Laporan Pandora Papers, RI Gimana Pak Jokowi?

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 05 Okt 2021 11:54 WIB
Pandora Papers: Kekayaan dan urusan bisnis rahasia pemimpin dunia, politikus dan konglomerat diungkap dalam salah satu aksi pembocoran terbesar
Pemerintah Dunia Mau Selidiki Laporan Pandora Papers
Jakarta -

Harta tersembunyi hingga skandal pajak oleh pejabat publik dan pemimpin negara dibongkar dalam laporan Pandora Papers. Merespon laporan itu, sejumlah pemerintah negara di dunia ingin menyelidiki data dan laporan tersebut.

Mengutip Reuters, Selasa (5/10/2021) Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan Amerika Serikat (AS) sedang meninjau temuan Pandora Papers. Tetapi tidak disebutkan bagaimana posisi negara dalam penyelidikan itu, apakah mendukung atau membantah.

Kemudian, pemerintah Pakistan juga akan mengidentifikasi laporan Pandora Papers yang telah membongkar harta tersembunyi milik Menteri Keuangan Pakistan Tarin hingga Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

"Jika ada kesalahan, kami akan mengambil tindakan yang sesuai," kata Khan di Twitter pribadinya.

Sebelum itu, Tarin membantah bahwa dirinya melakukan hal yang melanggar hukum. Pernyataan itu disampaikan di salah satu stasiun televisi Geo TV. Tidak hanya Tarin dan Khan, pejabat lainnya yang teridentifikasi di Pandora Papers juga akan masuk penyelidikan.

Atas laporan Pandora Papers, oposisi pemerintah sempat mendorong pejabat negara itu untuk mundur dari jabatannya sembari dilakukannya penyelidikan atas laporan Pandora Papers.

Lalu, ada Kementerian Keuangan India yang juga akan menyelidiki laporan Pandora Papers. Laporan itu telah menyeret salah satu konglomerat di negaranya, yakni Anil Ambani.

"Pemerintah juga akan secara proaktif terlibat dengan yurisdiksi asing untuk memperoleh informasi sehubungan dengan pembayar pajak/entitas yang relevan," kata Kemenkeu India.

Simak video 'Airlangga Disebut Masuk Pandora Papers, Golkar: Sumbernya Belum Jelas':

[Gambas:Video 20detik]



Lanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT