ADVERTISEMENT

Makin Melesat, Harga Bitcoin Terbang Ke Rp 781 Juta

Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 07 Okt 2021 09:32 WIB
SALT LAKE CITY, UT - APRIL 26: A pile of Bitcoins are shown here after Software engineer Mike Caldwell minted them in his shop on April 26, 2013 in Sandy, Utah. Bitcoin is an experimental digital currency used over the Internet that is gaining in popularity worldwide. (Photo by George Frey/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Harga cryptocurrency terbesar di dunia ini berhasil melonjak hampir 10% pada Rabu pagi kemarin menjadi sekitar US$ 55.000 atau setara dengan Rp 781 juta (bila dihitung dengan kurs Rp 14.200/dolar AS).

Melansir dari CNN, Kamis (7/10/2021), nilai bitcoin ini sempat melompat ke US$ 55.000 setelah berita tentang perusahaan investasi yang didirikan oleh miliarder George Soros memiliki bitcoin.

Lonjakan bitcoin terjadi satu hari setelah harga melonjak di atas US$ 50.000 untuk pertama kalinya dalam empat minggu.

Kepala Manajemen Keuangan Soros berpendapat bahwa bitcoin memiliki potensi jangka panjang yang lebih besar lagi

"Saya tidak yakin bitcoin hanya dilihat sebagai lindung nilai inflasi di sini. Ini melewati jurang ke arus utama," kata Dawn Fitzpatrick, CEO dan kepala investasi Soros Fund Management.

Fitzpatrick mengatakan kalau saat ini Soros Fund Management memiliki beberapa koin, namun tidak banyak.

Meski demikian, bagaimana pun kondisi bitcoin saat ini, masih terdapat pro dan kontra mengenai penggunaan cryptocurrency. Sejumlah orang, perusahaan, maupun negara bersedia menerima bitcoin sedangkan yang lainnya menolak sama sekali.

Seperti contoh bagi mereka penggemar bitcoin, El Salvador baru-baru ini menjadi negara pertama yang mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Selain itu ada juga US Bancorp (USB) mengumumkan rencana minggu ini untuk menawarkan lebih banyak layanan penyimpanan cryptocurrency untuk investor institusi besar yang ingin memperdagangkan bitcoin.

Namun, beberapa pemimpin bisnis dan investor terkemuka telah menyatakan keengganan untuk merangkul bitcoin dan cryptocurrency lainnya. Mega-miliarder Warren Buffett terus mengkritik bitcoin. Begitu pula CEO JPMorgan Chase (JPM) Jamie Dimon dalam penampilan baru-baru ini di acara TV Axios HBO.

(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT