Newcastle Jadi Klub Bola Paling Kaya Sejagat, APBN RI Lewat

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 09 Okt 2021 21:00 WIB
WOLVERHAMPTON, ENGLAND - OCTOBER 02: Jeff Hendrick celebrates with Matt Ritchie of Newcastle United after scoring their teams first goal during the Premier League match between Wolverhampton Wanderers and Newcastle United at Molineux on October 02, 2021 in Wolverhampton, England. (Photo by Naomi Baker/Getty Images)
Newcastle Jadi Klub Bola Paling Kaya Sejagat, APBN RI Lewat
Jakarta -

Newcastle United menjadi klub sepak bola paling kaya di dunia setelah diakuisisi oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Perusahaan konsorsium yang dimiliki Mohammed bin Salman itu punya nilai mencapai 320 miliar pound sterling setara Rp 6.210 triliun (kurs Rp 19.408).

Maka dari itu, Newcastle United kini menjadi klub terkaya sejagat mengalahkan Man City hingga Chelsea.

Jika dibandingkan dengan belanja APBN RI, di mana pada 2021 ditetapkan sebesar Rp 2.750 triliun. Angka itu lebih rendah dibanding dengan kekayaan perusahaan kepunyaan Mohammed bin Salman.

Kalau dihitung total APBN RI Rp 2.750 dikali 2 maka hasilnya Rp 5.500 triliun. Masih kurang Rp 500 juta lagi untuk mencapai kekayaan PIF yang ditaksir Rp 6.210 triliun.

Sementara kekayaan bos klub sepak bola lainnya, masih jauh lebih rendah dari APBN RI. Seperti bos dari Manchester City, Sheikh Mansour kekayaan bersihnya ditaksir 23 miliar pound sterling setara Rp 446 triliun.

Kemudian, bos klub asal Jerman, RB Leipzig bernama Dietrich Mateschitz kekayaan bersihnya ditaksir 15,7 miliar pound sterling atau Rp 304,7 triliun

Andrea Agnelli adalah pimpinan Juventus Football Club sejak 19 Mei 2010. Pria kelahiran Turin pada tahun 1975 itu kini memiliki harta sebanyak 11 miliar pound sterling atau Rp 213 triliun

Klub sepak bola asal London ini dimiliki oleh salah satu orang terkaya dunia, Roman Abramovich. Kekayaan Abramovich mencapai 9,6 miliar pound sterling atau Rp 186 triliun. Dengan kekayaannya itu, mengutip dari Forbes kini dia di posisi 142 orang terkaya dunia 2021.

(fdl/fdl)