Jadi Wanita Paling Berpengaruh di Dunia, Dirut Pertamina Bilang Begini

Siti Fatimah - detikFinance
Senin, 11 Okt 2021 13:18 WIB
Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati, berbincang dengan Ketua Komisi VII DPR Alex Noerdin dan Wakil Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto sebelum mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (05/04/2021).
Jadi Wanita Paling Berpengaruh di Dunia, Dirut Pertamina Bilang Begini
Jakarta -

Fortune telah merilis daftar terbaru wanita berpengaruh di dunia (Most Powerful Women International) tahun 2021. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menempati peringkat ke-17 bersanding dengan sejumlah CEO global.

Menanggapi hal ini, Nicke mengatakan Pertamina telah mendapatkan kepercayaan di tingkat internasional melalui pencapaian itu. Dia juga mengatakan, selama kepemimpinannya, Pertamina fokus menjalankan transisi energi dan langkah dekarbonisasi pada operasional perusahaan dari hulu hingga hilir.

"Pengakuan ini merupakan bukti nyata besarnya kepercayaan internasional terhadap Pertamina yang terus bergerak mengantisipasi transisi energi," ujar Nicke dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/10/2021).

Lebih lanjut, mengenai langkah yang dibuatnya itu sejalan dengan penilaian atas implementasi aspek Environment, Social & Governance (ESG) Pertamina yang mengalami peningkatan signifikan dari skor 41,6 atau kategori Several Risk (Februari 2021) menjadi 28,1 (Medium Risk) pada September 2021. Perbaikan score itu menempatkan Pertamina di peringkat 15 perusahaan di industri dan peringkat 8 Sub-Industri Migas dunia.

Nicke menuturkan, posisi Pertamina sebagai perusahaan Medium dalam implementasi ESG juga disandang oleh perusahaan global Repsol, ENI, PTT Public Co, dan TotalEnergies. Berada di atas Royal Ducth Shell, BP, Exxon Mobil yang masih terkategori High Risk, sedangkan Cehvron, Petrobras dan Petronas masuk kategori Severe Risk.

Meningkatnya peringkat Pertamina, kata dia, karena adanya langkah-langkah Pertamina dalam aksi penyelamatan iklim dan transisi energi menuju net zero, yakni dekarbonisasi operasional, bentuk portofolio untuk investasi pertumbuhan hijau, serta percepatan inovasi dan pertumbuhan hijau.

"Bersama seluruh manajemen dan pekerja Pertamina, saya akan memastikan seluruh inisiatif strategis untuk mewujudkan green transition terus berlanjut dan mampu mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca antara 29 - 41 persen pada tahun 2030," pungkasnya.

Lihat juga video 'Dirut Pertamina Temui Pimpinan KPK, Bahas Pencegahan Korupsi':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)