Kolom

Labirin Legislasi Kratom

Ade Jun Panjaitan - detikFinance
Senin, 11 Okt 2021 15:10 WIB
Petani Kratom
Ilustrasi Petani Kratom. Foto: Yudistira Imandiar

Alur Labirin

Walau demikian, BNN tak mau kalah angel. Kepala BNN yang ketika itu masih dijabat Komisaris Jenderal Polisi Her Winarko, terjun langsung ke Pontianak menjumpai para stake holder guna menyelaraskan persepsi; urgensitas larangan kratom. Edukasi tanaman pengganti dan life skill paskaperalihan budidaya kratom juga giat digencarkan di berbagai daerah ladang.

Pejabat lokal tetap kekeuh. Bahkan dalam salah satu kesempatan forum diskusi, Sutarmidji malah menyatakan sikap akan terus mendorong budidaya kratom agar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan farmasi dan kedokteran. (https://bnn.go.id/bnn-gelar-focus-group-discussion-fgd-bahas-tanaman).

Kisruh ini termonitor Menkopolhukam, lakon yang bertanggung jawab atas stabilitas hukum di negara ini. Para K/L terkait dikumpulkan pada November 2019. Hasil rapat, tenggat waktu perumusan legalisasi kratom diberikan selama 5 tahun, yakni hingga 2024.

Pada Februari 2020, rapat antar K/L kembali digelar. KSP kali ini jadi tuan rumah. Hasilnya tak jauh beda; dualisme kebijakan. Tak ada larangan memakai, memproduksi, dan menjual daun kratom dan segala bentuk olahannya. "Jangan sampai menambah jumlah pohon kratomnya," sabda penutup Muldoko.

Hasil rapat di atas, tentu membingungkan para pelaku usaha kratom. Imbasnya sangat terasa di lapangan. Di lini hulu, petani tetap memetik dan menimbun isi gudang. Namun ketika hendak dipasarkan, beberapa perangkat otoritas mulai 'seret' kasih restu.

Richard kasih contoh, sangat susah memperoleh izin perdagangan dan balai karantina pertanian. Sinyalir diperkuat pula dengan bocornya petikan hasil rapat Balai Karantina Pertanian dengan The American Kratom Association (AKA) di dunia maya, yang mengisyaratkan kratom akan segera dilarang.

Sedikit menyibak profil AKA dengan mengintip laman resminya (www.americankratom.org), organisasi 'nirlaba' ini pejuang hak para pengguna kratom di negeri Paman Sam. AKA siap bergerilya ke ujung dunia sekalipun, guna menjaga stabilitas suplai kratom di AS yang diperkirakan prevelensi sudah mencapai puluhan juta orang.

Dalam artikel bertajuk "Kratom the Undiluted Truth is it a dangerous Drug or a Godsend", penggiat HAM Internasional Dr Robert Turner kasih bocoran, banyak pelaku usaha farmasi dan rehabilitasi di AS bergantung harapan pada AKA.

Maklum, ketergantungan opioid adalah masalah kesehatan terbesar masyarakat AS yang diperkirakan akan berlangsung hingga satu dekade mendatang. Kratom dipilih sebagai substitusi prioritas paskaputus opioid. Harganya yang jauh lebih murah ketimbang substances lainnya. Kompeni pun cuan tinggi.

Jadi wajar AKA rela terbang jauh ke Jakarta dan Pontianak. Indonesia diketahui sebagai produsen kratom terbesar di dunia. Khusus ekspor dari wilayah Kalimantan Barat saja, kisaran pendapatan tahunan mencapai US$130 juta di tahun 2016.

"Larangan kratom di Indonesia jelas akan berdampak pada ketersediaan dan harga kratom dunia," simpulnya. (https://medika.life, 2020).

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "Duh! Napi di Gowa Kendalikan Peredaran Sabu di Luar Lapas"
[Gambas:Video 20detik]