Durian Runtuh buat Pengusaha Kala Umroh Dibuka

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 12 Okt 2021 19:30 WIB
CLARIFIES THAT THE UMRAH PILGRIMAGE CAN BE UNDERTAKEN AT ANY TIME OF THE YEAR -- In this photo released by Saudi Ministry of Hajj and Umrah, Muslims practice social distancing while praying around the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque during the first day umrah pilgrimages were allowed to restart, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Sunday, Oct. 4, 2020. The umrah pilgrimage, or smaller pilgrimage, can be undertaken at any time of the year. A very small, limited number of people donning the white terrycloth garment symbolic of the Muslim pilgrimage circled Islams holiest site in Mecca on Sunday after Saudi Arabia lifted coronavirus restrictions that had been in place for months. (Saudi Ministry of Hajj and Umrah via AP)
Foto: AP Photo
Jakarta -

Rencana pemerintah Arab Saudi untuk membuka kembali pintu umroh bagi jemaah Indonesia dinilai jadi angin segar bagi pengusaha. Terutama yang bergerak di bidang jasa penyelenggara haji dan umroh.

Seperti diketahui, selama pandemi COVID-19, jemaah haji dan umroh asal Indonesia dibatasi untuk berangkat ke Tanah Suci. Imbasnya beberapa asosiasi penyelenggara harus berhenti beroperasi sementara karena tidak ada keberangkatan jemaah.

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Firman M Nur mengatakan, kabar tersebut memberikan semangat baru bagi para pengusaha terlebih bagi jemaah yang tertunda sejak awal pandemi.

"Media rilis yang disampaikan ibu Menlu pada Sabtu (9/10) sore sangat menggembirakan bagi kami selaku penyelenggara umroh, ini menggairahkan kembali semangat kami untuk bisa kembali melayani jemaah dan berita tersebut tentu menjadi angin segar dan sesuai harapan jemaah yang tertunda hampir 2 tahun sejak Februari," kata Firman saat dihubungi detikcom, Selasa (12/10/2021).

Secara umum, pihaknya menyatakan siap untuk memberangkatkan jemaah umroh saat pemerintah Saudi maupun Indonesia sudah memberikan keputusan waktu dan teknis pelaksanaan.

"Karena persiapan kami sudah kami lakukan sedari awal dan kami juga siap melakukan ketentuan protokol baik dari pemerintah Indonesia atau Saudi dalam rangka perjalanan ke Tanah Suci," sambungnya.

Pihaknya juga berkomitmen akan mengikuti segala ketentuan dan persyaratan sesuai dengan SOP yang berlaku. Misalnya seperti semua jemaah dari Indonesia dalam kondisi negatif COVID-19, sehat selama perjalanan, sampai di Saudi harus menggunakan aplikasi dan kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat dengan bukti PCR.