Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi 6,2% Sulit Dicapai
Senin, 17 Apr 2006 14:13 WIB
Jakarta - Pelemahan ekonomi tahun 2005 akibat kenaikan harga BBM masih terus berdampak hingga saat ini. Pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2 persen pada tahun ini pun bakal sulit dicapai."Banyak yang melihat bahwa kondisi ekonomi mengalami tekanan yang cukup berat, oleh karena itu tahun 2006 diperkirakan 6,2 persen cukup sulit untuk dicapai," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, saat memberikan arahan dalam Musyawarah Pembangunan Nasional 2006 di Gedung Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (17/4/2006).Menurut Sri, pemerintah dalam hal ini harus tetap menjaga APBN, sehingga pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan hanya bisa mendekati 6 persen. "Jadi angka yang bisa kita gunakan untuk mengexercise budget 2006 sebesar 5,7 sampai 6 persen," tutur Sri.Selain masih beratnya tekanan ekonomi, sulitnya pertumbuhan ekonomi 6,2 persen adalah karena lambatnya pencairan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pada awal tahun 2006. Serta faktor tidak cepatnya penyerapan proyek-proyek carry over dari 2005 ke tahun 2006 yang diusulkan departemen atau lembaga. "Ini akan menjadi bahan evaluasi karena seharusnya luncuran itu secara teoritis mereka tinggal melaksanakan, ternyata tidak seperti yang diperkirakan, dan mungkin penyerapannya pun tidak mencapai Rp 15 triliun. Dunia usaha saat ini juga masih dalam posisi menunggu hingga situasi makro, stabilitas ekonomi makin kuat," papar Sri.Menurut Sri, skenario optimistis pertumbuhan ekonomi yang bisa dicapai 6 persen itu merupakan maximum efforts. Untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2007, Sri optimistis, tetap bisa mencapai target 6,4 persen. Asalkan, target tersebut didukung oleh stabilitas ekonomi yang terjaga, investasi yang mulai masuk pada semester dua tahun 2006, serta peningkatan ekspor nonmigas yang mencapai 8 persen.Selain itu penerimaan pajak juga akan digenjot mencapai 20 persen per tahun, yang artinya terjadi peningkatan rasio pajak menjadi 13,5-14 persen dari produk domestik bruto (PDB).
(ir/)











































