Mau Lebih Banyak BUMN Merger, Jokowi: Kekuatannya Jadi Gede

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 14 Okt 2021 12:30 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ingin BUMN berukuran kecil-kecil dan bertebaran tetapi kekuatannya minim. Hal itu berkaca dari PT Pelindo I hingga Pelindo IV. Setelah keempatnya bergabung menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau PT Pelindo maka bisa menjadi salah satu operator terminal peti kemas terbesar di dunia.

"Tadi sudah disampaikan bahwa (PT Pelindo) akan masuk ke 8 besar dunia, inilah yang kita harapkan," kata Jokowi dalam seremonial peresmian penggabungan Pelindo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), disiarkan secara langsung melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (14/10/2021).

Oleh karena itu, dirinya ingin agar nantinya perusahaan-perusahaan lain mengikut jejak Pelindo I dan IV yang akhirnya melebur menjadi satu.

"Nanti perusahaan-perusahaan yang lain juga seperti itu, jangan sampai kecil-kecil, bertebaran sehingga kekuatannya menjadi minim, baik dari sisi keuangan/modal. Kalau bergabung seperti ini (Pelindo) kekuatannya akan menjadi gede," tambahnya.

Pada kesempatannya, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono menjelaskan pengelolaan layanan kepelabuhanan selama ini dilakukan secara terpisah, sedangkan kapabilitas dari masing-masing Pelindo I-IV tidak sama baiknya, entah dari sisi keuangan, sumber daya manusia dan keahliannya.

"Hal ini mengakibatkan adanya perbedaan performansi atas layanan yang diberikan yang pada akhirnya berdampak kepada ketidakefisienan sistem logistik nasional," tuturnya.

Penggabungan BUMN layanan kepelabuhanan, lanjut Arif diharapkan dapat mewujudkan industri kepelabuhanan nasional yang lebih kuat melalui konektivitas maritim di seluruh Indonesia. Dengan demikian dapat membantu menurunkan biaya logistik nasional secara bertahap, serta meningkatkan kinerja dan daya saing BUMN di bidang kepelabuhanan di tingkat global.

Lebih lanjut, penggabungan Pelindo menjadi satu juga memudahkan koordinasi dalam pengembangan kawasan industri dan ekonomi khusus di sekitar pelabuhan di daerah-daerah. Itu akan mendorong peningkatan konektivitas dengan hinterland yang akan berdampak kepada meningkatnya kegiatan perekonomian daerah pada berbagai wilayah di Indonesia

Arif melanjutkan, penggabungan Pelindo juga membuka kesempatan perusahaan untuk go global. Hal itu akan meningkatkan posisi Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar kedelapan di dunia.

"Penggabungan ini juga menyatukan sumber daya keuangan, peningkatan leverage (manfaat) dan memperkuat permodalan perusahaan," tambah Arif.

Video: Erick Thohir Klaim Pendapatan Freeport Naik 100% dari Tahun Lalu

[Gambas:Video 20detik]



(toy/eds)